publiknasional.com

Berita Populer

powered by camp26

Video

.

Kebijakan BI dan PMK Bikin Khawatir Pengusaha Leasing

Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 

SURABAYA, publiknasional.com


Kebijakan Bank Indonesia (BI) dan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) tentang batas minimum down payment (DP) kredit kendaraan bermotor,

mendapat reaksi dari pelaku usaha motor. Mereka khawatir kebijakan itu menekan penjualan kendaraan roda 2 semakin anjlok, karena mayoritas penjualan mereka berasal dari kredit.

Direktur Pemasaran PT Mitra Pinastika Mustika (MPM) dealer utama Honda, Dendy Sean, menerangkan bahwa dari realisasi penjualan Honda tahun lalu sebanyak 653.534 unit, 65% diantaranya merupakan realisasi dari kredit. Menurut pendapatnya, DP rendah merupakan salah satu daya tarik masyarakat untuk bisa memiliki kendaraan bermotor.

“DP murah memang bisa menggenjot penjualan kami. Kalau batas minimum DP dinaikkan pasti akan berpengaruh terhadap penjualan,” kata Dendy, Rabu (21/3/2012).

Sehingga dengan kondisi ini membuat PT MPM menargetkan penjualan tidak terlalu besar dari tahu lalu. “Tahun ini kami hanya menargetkan penjualan sebesar 5%-6%. Tapi, sebelum kebijakan itu diberlakukan, kami ingin mempelajari dulu mekanismenya,” imbuhnya.

Dikatakan Dendy, untuk saat ini pihaknya belum bisa memastikan strategi apa yang akan diterapkan. Kendati demikian, dia tidak terlalu khawatir penjualan bisa anjlok terlalu besar karena pasar akan shock hanya beberapa bulan setelah diberlakukan.

Pendapat berbeda diungkapkan General Manager Marketing PT Surya Timur Sakti Jatim, dealer utama Yamaha, Agung Mundi. Dia optimis meski ada kebijakan BI dan PMK tentang batas minimum DP, pihaknya tetap mematok penjualan naik 25% dari tahun lalu. “Kami tidak akan merevisi target, meski ada kebijakan batas minimal DP dari BI dan Kementrian Keuangan. Kebijakan itu hanya berpengaruh terhadap konsumen di segmen C dan D,” katanya.

Dengan demikian, strategi yang ia lakukan ialah dengan menggarap pasar di segmen A dan B yang merupakan konsumen kendaraan roda 4. “Kita akan menyasar ke segmen A dan B untuk bisa beralih ke motor terkait rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM),” jelas Agung, seraya menerangkan, selama tahun 2011 lalu, penjualan motor Yamaha di Jawa Timur mencapai 280 ribu unit atau turun 14% dari tahun 2010.

Sementara itu, PT TVS Motor Company Indonesia tetap optimis penjualan motor di Jawa Timur tetap tumbuh. “Kami tetap optimis penjualan bisa tumbuh,” kata Manager Area Jawa Timur  PT TVS Motor Company Indonesia, Burhan Thalib.

Tahun ini PT TVS di Jawa Timur menargetkan penjualan bisa naik sekitar 500 unit dari realisasi tahun lalu sebesar 300 unit. “Tahun lalu kontribusi penjualan di Jawa Timur sekitar 20% terhadap penjualan nasional,” tandasnya.

Perusahaan Leasing

Perusahaan leasing belum mau mengambil keputusan terkait kebijakan tersebut. Seperti diberitakan, dalam aturan BI dan Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melalui surat edaran (SE) bernomor 14/10/DPNP/ tertanggal 15 Maret 2012 tentang Pengaturan Loan to Value Ratio (LTV) KPR dan DP KKB (kredit kendaraan bermotor), salah satu isinya mengatur DP kredit sepeda motor minimal 25 persen.

Regional Manager Area Jatim Adira Finance bidang otomotif, Mohammad Syahrir, mengaku bahwa pihak manamejen masih mempelajari sejauh mana kebijakan tersebut mempengaruhi pembiayaan. “Karena ini baru diputuskan, kami masih mempelajari dulu. Tentu strateginya akan diambil nantinya setelah diberlakukan,” katanya.

Ia hanya menaksir pertumbuhan pembiayaan kendaraan roda 2 hanya 10% atau tumbuh Rp 100 miliar dari realisasi secara keseluruhan tahun 2011 yang mencapai Rp 1 triliun. Dari realisasi itu, sekitar 60% merupakan kontribusi pembiayaan dari roda 2.  Sementara rasio kredit bermasalah/Non Performing Loan (NPL) sekitar 1,3%. Tahun lalu jumlah nasabah aktif nasabah Adira Finance untuk segmen otomotif berkisar lebih dari 250 ribu nasabah.

Senada diungkapkan Area Manager Astra Credit Companies (ACC) area Jatim, Bali, Lombok, NTT dan NTB, R Andre Pinontoan. Ia mengatakan untuk saat ini perusahaan belum bisa memberikan keterangan tentang pengaruh kebijakan Pemerintah terhadap pembiyaannya. “Aturan ini baru keluar, kita belum menyikapinya. Dalam 2 hari ke depan kami akan melakukan pertemuan dulu dengan Head Office di Jakarta. Jadi saat ini kami belum bisa memberi keterangan,” katanya, Selasa (20/3/2012).

Meski demikian ia menyambut positif kebijakan tersebut, karena akan mengurangi beban risiko pembiayaan. Hanya saja hal itu masih menunggu market yang lebih baik. “Itu positif sekali, akan mengurangi kredit macet. Sejauh ini kami bisa meminimalisir terjadinya kredit macet berada di bawah 2%,,” imbuhnya.

Untuk target tahun ini di Jatim, Andre berharap bisa merealisasikan pembiayaan Rp 3,2 triliun naik dari tahun lalu yang mencapai Rp 3,3 triliun.

Berdasarkan data AISI, penjualan motor skala nasional per 20 Maret 2012 mencapai 666.136 unit dengan dominasi penjualan Honda yang mencapai 355.580 unit, disusul penjualan motor Yamaha mencapai 257.881 unit, Suzuki 41,396 unit, Kawasaki 10.224 unit, dan TVS 1.035 unit.

Sedangkan penjualan bulan Januari 2012 mencapai 1,02 juta dengan komposisi penjualan motor Honda sebesar 382.473 unit, Yamaha sebesar 205.304 unit, Suzuki 49.315 unit, Kawasaki sebesar 7.623 unit, TVS 1.148 unit, dan motor lainnya sebesar 382.473 unit.

Pengamat Ekonomi Makro, Sri Adiningsih menyebut, yang terpukul kebijakan BI dan PMK adalah industri motor dan mobil. Karena dengan ekonomi pas-pasan, tidak akan mampu membeli motor dengan uang muka yang terbilang tinggi. Dengan demikian, akan membuat penjualan motor dan mobil berkurang.

Meskipun demikian, dari sisi prudential perbankan ia menilai akan mengurangi risiko kredit lunak. Sehingga kredit macet bisa dikurangi. Namun dari sisi pembiayaan perbankan akan berdampak pada pengurangan penyaluran kredit. [surabayapost.co.id]


 

 

 

Ucapan

Lihat
17 Oktober 2001 - 2014 Dirgahayu Kota Wisata Batu Ke-13 Ayo!!! Kembangkan Keatifitas & Inovasimu Demi Kejayaan Kota Batu Bagian Humas

Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke-69

PT. JAWA METALINDO PRIMA INDUSTRI

Lentera Hati

INILAH KIAT SUKSES MENJADI ISTRI SHOLEHAH
Istri cerdik yang sholehah, 
penawar hati penyejuk pikiran. 
Di rumah dia sebagai istri, di jalanan dia sebagai kawan, 
dikala suami ...
Baca Selengkapnya...
IBU, PAHLAWAN SEPANJANG MASA
Oleh: Sri Kusnaeni, S. TP. ME.I *)


Bismillahirrahmaaniraahim…
Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia akan memperingati hari tersebut ...
Baca Selengkapnya...
MARHABAN YA RAMADHAN
Mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
RAMADHAN 1433 HIJRIYAH

SD AL-ISHLAH
Jalan  Raya Rejeni No. 1 Desa Rejeni, ...
Baca Selengkapnya...

BOS Triwulan Pertama Cair 9-16 Januari 2012

JAKARTA, publiknasional.com

Penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada 2012 nanti dilakukan melalui kas daerah provinsi, tidak seperti 2011 yang melalui kabupaten/kota. Pada triwulan pertama diharapkan dana

Baca selengkapnya...Link