publiknasional.com

Berita Populer

powered by camp26

Video

.

Prosedur Pembuatan Kartu Keluarga (KK) di DKI Jakarta

Email Cetak PDF
Lokasi Pelayanan : Kantor Kelurahan
Waktu Pelayanan : 1 hari
Tarif : Gratis

Kartu Keluarga adalah Kartu Identitas Keluarga yang memuat data tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga.
Kartu Keluarga wajib dimiliki oleh setiap keluarga. Kartu ini berisi data lengkap tentang identitas Kepala Keluarga dan anggota keluarganya.

Kartu keluarga dicetak rangkap 3 yang masing-masing dipegang oleh Kepala Keluarga, Ketua RT dan Kantor Kelurahan.

Perubahan Data

Setiap terjadi perubahan data dalam Kartu Keluarga seperti karena terjadi peristiwa Kelahiran, Kematian, Kepindahan, dll, Kepala Keluarga wajib melaporkan ke kelurahan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja. Setiap melaporkan perubahan ke Kantor Kelurahan, harus membawa 2 (dua) lembar Kartu Keluarga yaitu yang disimpan oleh Kepala Keluarga dan oleh Ketua RT.
Dari hasil perlaporan tersebut akan diterbitkan Kartu Keluarga baru.
Kepindahan

Apabila suatu keluarga pindah seluruhnya ke tempat lain, maka Kartu Keluarga yang disimpan di Kepala Keluarga dan di Ketua RT harus diserahkan kepada Lurah (dicabut). Di tempat tinggal yang baru, berdasarkan Surat Keterangan Pindah, Lurah akan memberi Kartu Keluarga yang baru.
Persyaratan Pembuatan KK

Untuk membuat Kartu Keluarga harus melengkapi syarat-syarat berikut:
  1. Surat Pengantar dari Pengurus RT/RW
  2. Kartu Keluarga Lama
  3. Surat Nikah atau Akta Cerai bagi yang membuat KK karena perkawinan / perceraian
  4. Surat Keterangan Lahir / Akta Kelahiran
  5. Surat Pengangkatan Anak
  6. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Tetap bagi WNA
  7. Surat Keterangan Pelaporan Pendatang Baru (SKPPB) bagi pendatang dari luar DKI Jakarta
  8. Surat Keterangan Pindah bagi penduduk yang pindah antar kelurahan dalam wilayah DKI Jakarta
Perhatian

Kartu Keluarga (KK) adalah Dokumen milik Pemda Propinsi DKI Jakarta dan karena itu tidak boleh mencoret, merubah, mengganti, menambah isi data yang tercantum dalam Kartu Keluarga.
Setiap terjadi perubahan karena Mutasi Data dan Mutasi Biodata, wajib dilaporkan kepada Lurah dan akan diterbitkan Kartu Keluarga (KK) yang baru
Pendatang baru yang belum mendaftarkan diri atau belum berstatus penduduk DKI Jakarta, nama dan identitasnya tidak boleh dicantumkan dalan Kartu Keluarga.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 16 Juni 2008 )

Sumber: http://www.kependudukancapil.go.id



Ucapan

Lihat
____________________________________

Lentera Hati

INILAH KIAT SUKSES MENJADI ISTRI SHOLEHAH
Istri cerdik yang sholehah, 
penawar hati penyejuk pikiran. 
Di rumah dia sebagai istri, di jalanan dia sebagai kawan, 
dikala suami ...
Baca Selengkapnya...
IBU, PAHLAWAN SEPANJANG MASA
Oleh: Sri Kusnaeni, S. TP. ME.I *)


Bismillahirrahmaaniraahim…
Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia akan memperingati hari tersebut ...
Baca Selengkapnya...
MARHABAN YA RAMADHAN
Mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
RAMADHAN 1433 HIJRIYAH

SD AL-ISHLAH
Jalan  Raya Rejeni No. 1 Desa Rejeni, ...
Baca Selengkapnya...

SBY Dinilai Ceroboh Pilih Menteri

JAKARTA, publiknasional.com

Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, mengapresiasi pengunduran diri Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang saat ini menderita kanker paru-paru dan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

"Saya mengapresiasi tindakan Menkes secara pribadi karena hormat, sangat tahu dan paham dengan diri-sendiri, bahwa dia tidak mampu secara kesehatan dan lebih baik mundur,” katanya, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/4/2012)

“Dia (Menkes Endang) sadar bahwa menteri dibayar negara menggunakan uang rakyat, jadi karena tidak bisa bekerja maksimal dia mundur,” tambahnya.

Meski begitu, Ribka juga memertanyakan proses seleksi anggota kabinet yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, proses kanker itu bukan penyakit yang berlangsung cepat. “Kenapa pengidap kanker bisa lolos? Berarti ini kecerobohan SBY. Kenapa SBY, karena SBY-lah yang mengangkatnya menjadi menteri,” kata Ribka.

Ribka juga mempertanyakan apakah pengangkatan Endang Rahayu Sedyaningsi dulu melewati pemeriksaan kesehatan.

Menurutnya, Endang Rahayu sosok yang sangat mobile, namun tidak ditunjang fisik yang kuat hingga akhirnya sakit.

Padahal, kata dia, menangangi kesehatan nasional itu memerlukan energi yang luar biasa. Seperti diketahui, Endang mengajukan pengunduran diri setelah mengidap kanker paru-paru stadium empat. SBY sudah menyetujui permintaan Endang.

Sekadar mengingatkan kembali, keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Endang Rahayu Sedyaningsih menjadi Menteri Kesehatan mengejutkan banyak pihak. Maklum, sebelumnya yang diundang untuk "audisi" dengan SBY-Boediono adalah Nila Anfasha Juwita Moeloek yang digadang-gadang mengantikan Siti Fadilah Supari. Rupanya, Nila Anfhasa Juwita Moeloek dinyatakan tidak lulus kesehatan karena dianggap tidak memiliki kemampuan menghadapi tekanan pekerjaan yang berat.

SBY kemudian mengumumkan Endang Rahayu Sedyaningsih, yang disebut-sebut dipanggil oleh SBY pada sore hari sebelum pengumuman kabinet. Pengumuman itu mengejutkan juga karena sebelumnya Endang Rahayu "dihukum" oleh Siti Fadilah Supari lantaran menjual sampel virus ke negara tertentu.

Rupanya, Endang Rahayu tidak bisa mulus menjalankan amanah sebagai Menteri Kesehatan hingga masa tugas berkahir. Kanker paru-paru yang diidapnya, memaksanya untuk menyatakan mundur dari kabinet[jpnn.com]