publiknasional.com

Berita Populer

powered by camp26

Video

.

Lho! Hakim Selingkuh dan Narkoba Dapat Pensiunan

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

JAKARTA, publiknasional.com

 

Dana pensiun yang menjadi diskusi panas wakil rakyat -- karena tetap diterima anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang

terbukti korupsi -- merembet ke lembaga ’Wakil Tuhan’. Hakim yang diberhentikan karena kasus perselingkuhan dan narkoba ternyata juga tetap menikmati uang masa tuaseumur hidup. Tak hanya itu, aturan Undang-Undang (UU) terkait usia dan masa kerja malah dilanggar. Duh!

Terbaru, Vica Natalia, hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang yang diberhentikan dengan hormat diberikan hak pensiunan oleh  Mahkamah Agung (MA)-Komisi Yudisial (KY). Tapi, ternyata Vica belum memenuhi syarat untuk mendapatkan hak pensiun sesuai aturan. MA-KY pun menabrak UU?

Syarat mendapatkan hak pensiun diatur dalam UU No 11/1969 tentang Pensiunan Pegawai dan Pensiunan Janda/Duda Pegawai. Dalam pasal 9 disebutkan syarat pegawai yang berhak mendapat pensiun yaitu: Pegawai tersebut diberhentikan dengan hormat, Pegawai tersebut telah mencapai minimal usia 50 tahun dan masa kerja minimal 20 tahun dan bagi yang sakit, dibuktikan dengan surat dari pejabat yang berwenang.

Nah, ternyata Vica yang dipecat pada Rabu (6/11/2013) itu berusia 41 tahun dengan masa kerja selama 8 tahun. Vica diangkat jadi calon hakim pada 2005 lalu. Meski UU menyebutkan secara tegas dan limitatif, namun MA-KY yang memberhentikan Vica lewat forum Majelis Kehormatan Hakim (MKH) tetap memberikan hak pensiun tersebut.

"Seyogyanya keputusan MKH harus tuntas dan relatif tidak menimbulkan persoalan baru," kata Dr Lilik Mulyadi, pendamping Vica dari Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) seperti dikutip Selasa (12/11/2013).

Drama pemecatan Vica dilakukan dalam MKH yang diketuai hakim agung Suwardi pada Rabu (6/11/2013). Ketua kamar perdata itu dibantu anggota hakim agung Yulius dan Sofyan Sitompul dengan 4 komisioner Komisi Yudisial (KY) yaitu Imam Anshori Saleh, Taufiqqurahman Sahuri, Eman Suparman, dan Jaja Ahmad Jayus.

Mereka bertujuh meyakini Vica telah selingkuh. Meski bukti foto yang dihadirkan untuk menjerat Vica telah dipatahkan oleh ahli digital forensik.

Kejanggalan keputusan MA- KY juga tampak pada pemberian hak pensiun kepada hakim yang memakai narkoba, Raja Lumban Tobing.

Raja sendiri merupakan hakim PN Binjai, Sumatera Utara (Sumut) yang berusia 37 tahun dengan masa kerja 12 tahun.

"Saya di Majelis Kehormatan Hakim sudah menanyakan hal itu di sidang tapi katanya terhadap hal itu urusan tata usaha negara dan bisa ditunggu sampai katanya setelah masa kerja 20 tahun dan umur 50 tahun," kata Dr Lilik Mulyadi, pendamping Raja dari Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi).

Lewat forum Majelis Kehormatan Hakim (MKH), Raja diberhentikan karena menjadi pemakai narkoba dan mendatangi pihak berperkara sehingga melanggar kode etik. Uang pensiun ini juga diberikan kepada Vica yang baru berusia 41 tahun dengan masa kerja 8 tahun.

"Saya bilang (ke MKH, red), nggak mungkin bisa 20 tahun, kan harus dinas. Sedang yang bersangkutan diberhentikan sehingga nggak mungkin bisa 20 tahun. Praktiknya kenyataannya ada seperti itu, nggak bisa dibayar oleh negara," ujar Lilik yang juga Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu.

MKH berpendapat ada ketentuan khusus mengapa tetap memberikan hak pensiun meski belum memenuhi syarat UU. "Berlaku lex spesialis derogat legi generali, ketentuan khusus dimenangkan dari ketentuan umum," kata komisioner KY Imam Anshori Saleh, saat dihubungi Selasa (12/11/2013) pagi tadi.

Raja saat diberhentikan berusia 37 tahun dengan masa kerja 10 tahun. Adapun Vica berusia 41 tahun dengan masa kerja 8 tahun.

"Dalam keadaan normal memang seperti itu (setelah bekerja 20 tahun), tapi kalau sanksi kita banyak pertimbangan. Kalau Vica karena dia punya anak kecil. Batas 20 tahun itu kan untuk menghindari ada yang pensiun padahal baru bekerja 3 tahun," jelas mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Menurut Imam, tak ada peraturan UU yang dilanggar terkait hal ini. Apa yang dikeluarkan MKH adalah bersifat ketentuan khusus.

"Adil tidaknya jangan diliat dari kapan dia menerima dana pensiun, dalam konteks sanksi kita telah mempertimbangkan banyak hal," ujar mantan anggota DPR itu.

Korup Tak Dipecat


Kritik lain mengalir karena MKH tidak memecat Ketua PN Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), Nuril Huda, yang terbukti menerima suap Rp 20 juta dari pengacara Edinata.

Vonis tersebut membuat MKH dinilai terlalu kompromi terhadap perbuatan korupsi. Nuril hanya diskorsing selama 2 tahun, jauh dari rekomendasi KY yang akan memberhentikan Nuril.

"Kalau menurut saya masih sangat kompromi. Isu yang berkaitan dengan pelanggran hukum, masih banyak kompromi. Kalau cuma non palu itu tidak akan memberikan efek jera," kata Koordinator Bidang Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho.

Emerson menyesalkan putusan MKH tersebut. Menurutnya, jika ada hakim yang menerima suap masih ditolerir, maka ada toleransi di internal MKH sendiri terhadap praktek penyuapan.

"Sebelum dihukum dia harus dipecat dulu. Berhentikan dengan cepat. Jika tidak dipecat hanya akan memalukan korps hakim, kemudian justru merusak citra pengadilan dimata publik," ujarnya.

Emerson menambahkan, pemecatan juga bisa menjadi semacam shock terapi agar hakim yang bersangkutan dan hakim lainnya tidak melakukan hal serupa. "Beberapa orang akan menjadiakan ini preseden ke depannya, ini berbahaya," tambahnya.

Pada akhirnya, pengadilan MKH tidak memecat Kepala PN Pangkalan Bun itu. Padahal menurut UU Tipikor, pegawai negeri atau penyelenggara negara--termasuk hakim-- yang menerima suap dipidana dengan ancaman hukuman pidana sedikitnya 4 tahun penjara. Bagi hakim korup ini, juga dapat dipidana dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. [surabayapost.co.id]

Editor: Syamsuddin

 

 

Ucapan


Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke-69

PT. JAWA METALINDO PRIMA INDUSTRI

Lentera Hati

INILAH KIAT SUKSES MENJADI ISTRI SHOLEHAH
Istri cerdik yang sholehah, 
penawar hati penyejuk pikiran. 
Di rumah dia sebagai istri, di jalanan dia sebagai kawan, 
dikala suami ...
Baca Selengkapnya...
IBU, PAHLAWAN SEPANJANG MASA
Oleh: Sri Kusnaeni, S. TP. ME.I *)


Bismillahirrahmaaniraahim…
Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia akan memperingati hari tersebut ...
Baca Selengkapnya...
MARHABAN YA RAMADHAN
Mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
RAMADHAN 1433 HIJRIYAH

SD AL-ISHLAH
Jalan  Raya Rejeni No. 1 Desa Rejeni, ...
Baca Selengkapnya...

Ayu Ting Ting Kaget Bisa Terkenal

LAGU dangdut berjudul Alamat Palsu yang dinyanyikan Ayu Ting Ting disukai banyak orang. Cewek yang akrab dipanggil Ayu ini tidak menyangka lagunya

Baca selengkapnya...Link