publiknasional.com

Berita Populer

powered by camp26

Video

.

Pemkot Minta Bulog Genjot Penyaluran Raskin

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

MALANG, publiknasional.com

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, meminta agar Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat untuk tetap menyalurkan beras untuk keluarga miskin (raskin) meski dengan menggunakan beras impor.

Wakil Walikota Malang, Bambang Priyo Utomo, mengatakan kepentingan Pemkot Malang adalah mengusahakan agar keluarga miskin (gakin) atau rumah tangga sasaran terpenuhi kebutuhan berasnya sesuai Program Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin).

"Karena itulah, saya minta Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) untuk mengecek ke lapangan, apakah gakin masih berkemampuan untuk membeli beras jika raskin tidak disalurkan ataukah justru sebaliknya," kata Bambang Priyo Utomo di Kota Malang, Jumat (11/11/2011).

Seperti diberitakan Harian Bisnis Indonesia, Kamis (10/11/2011), DPRD Kota Malang meminta agar penyaluran beras untuk keluarga miskin (raskin) tetap direalisasikan meski harus menggunakan beras impor.

Jika dari pemantauan BKBPM menyimpulkan bahwa penyaluran raskin tidak bisa ditunda, kata Bambang Priyo, maka tidak ada jalan lain, Pemkot Malang meminta Bulog untuk tetap menyalurkan raskin meski ada permintaan Gubernur Jatim bahwa penyaluran raskin tidak boleh menggunakan beras impor.

Bagaimana pun, kata Bambang Priyo, masalah ketercukupan bagi gakin tanggung jawab daerah masing-masing. Pemkot tidak bisa membiarkan warganya kekurangan beras akibat kebijakan tersebut.

"Garis koordinasi kami dengan Bulog. Kalau ada permasalahan dengan penyaluran raskin, kami tentu berkoordinasi dengan Bulog Malang."

Karena itulah, Pemkot Malang tidak perlu berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait masalah terkait. Pemkot tidak perlu berkirim surat ke Gubernur terkait masalah tersebut.

Menurut Bambang Priyo, jika raskin tidak disalurkan maka dampaknya cukup serius. Pasalnya, jumlah gakin lumayan besar, meski terus turun.

Bagi gakin, tidak masalah beras tersebut berasal dari mana, apakah pengadaan dalam negeri ataukah impor. Yang penting, kebutuhan pangan terpenuhi.

Saat ini, jumlah gakin di Kota Malang sebesar 31.000 kepala keluarga (KK). Namun jika diasumsikan setiap keluarga beranggotakan 4 jiwa, maka 124.000 jiwa bergantung pada pasokan raskin.

Namun jika kesimpulan dari pemantauan di lapangan menyebutkan bahwa kemampuan gakin untuk membeli beras secara komersial masih tinggi, maka tidak masalah jika penyaluran raskin ditunda sampai permasalahan kebijakan tersebut bisa dituntaskan.

Jumlah gakin sebanyak 31.000 jiwa itu, kata Bambang Priyo, sebenarnya turun drastis bila dibandingkan jumlah gakin pada 2008. Pada 2008 proporsi gakin 12,8%, sedangkan sampai akhir 2010 menurun menjadi 5,9% bila dibandingkan total keluarga di Kota Malang.

Menurut dia, penurunan angka kemiskinan itu terjadi karena program-program penanganan kemiskinan berjalanan efektif di Kota Malang. Program-program tersebut seperti Pemberdayaan Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM), pembentukan koperasi wanita, dan penyaluran block grant Rp 500 juta per tahun untuk setiap kelurahan. (**)

 

Sumber: bisnis.com


Ucapan


Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke-69

PT. JAWA METALINDO PRIMA INDUSTRI

Lentera Hati

INILAH KIAT SUKSES MENJADI ISTRI SHOLEHAH
Istri cerdik yang sholehah, 
penawar hati penyejuk pikiran. 
Di rumah dia sebagai istri, di jalanan dia sebagai kawan, 
dikala suami ...
Baca Selengkapnya...
IBU, PAHLAWAN SEPANJANG MASA
Oleh: Sri Kusnaeni, S. TP. ME.I *)


Bismillahirrahmaaniraahim…
Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia akan memperingati hari tersebut ...
Baca Selengkapnya...
MARHABAN YA RAMADHAN
Mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
RAMADHAN 1433 HIJRIYAH

SD AL-ISHLAH
Jalan  Raya Rejeni No. 1 Desa Rejeni, ...
Baca Selengkapnya...

Kemdiknas & TNI AD Perluas Layanan PAUD dan Keaksaraan

alt JAKARTA, publiknasional.com
Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan keaksaraan. Sasaran program terutama di daerah tertinggal terpencil, terisolir, dan perbatasan.
Baca selengkapnya...Link