
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menagih kosistensi Indonesia dalam sikapnya mendukung Palestina dengan membatalkan konser artis prozionis asal Italia, Andrea Bocelli di sejumlah kota di Indonesia.
Ketua Hubungan Luar Negeri MUI Professor Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo saat ini harus selalu bertindak konsisten dengan menolak segala macam kegiatan yang dilakukan figur-figur pendukung zioisme di Tanah Air.
“Saya kembali mengingatkan, dan menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip-prinsip keberpihakan kita kepada kemanusian,” ujar Sudarnoto, Senin (12/10/2026).
Kata dia penolakan, dengan pembatalan konser penyanyi tenor Andrea Bocelli menjadi penting menjaga keberpihakan Indonesia terhadap prinsip-prinsip kemanusian itu.
Sekaligus, kata Sudarnoto untuk menjaga konsistensi keberpihakan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Sebab menurut Sudarnoto, dalam penelusuran MUI, Andrea Bocelli punya rekam jejak yang turut mendukung pengawetan penjajahan zionis Isreal di Palestina. Andrea Bocelli, terlibat dalam pengumpulan dana bagi pasukan militer penjajahan Israel di Amerika Serikat (AS) melalui konser-konsernya.
Dan konser-konser pegumpulan dana tersebut, kata Sudarnoto sudah dilakukan dua kali pada 2010 di Los Angeles, dan di tahun 2022 di Tel Aviv. “Bagi MUI, tindakan Andrea Bocelli dalam mendukung kekuatan militer yang terlibat dalam genosida dan kejahatan kemanusian zionis Israel terhadap masyarakat di Palestina itu tidak bisa ditoleransi,” ujar Sudarnoto.
Karena itu, MUI, kata Sudarnoto meminta otoritas-otoritas dan kementerian agar tak memberikan izin gelaran konser Andrea Bocelli di Indonesia.
“Indonesia jangan memberikan panggung kepada siapapun yang ikut mendanai pembunuhan dan pemusnahan warga di Gaza, Palestina,” kata Sudarnoto. “Kami akan sangat mengapresiasi jika pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan konser Andrea Bocelli ini,” ujar Sudarnoto dikutip dari republika.co.id.
Konser Andrea Bocelli sendiri, baru akan digelar di Indonesia pada 31 Oktober mendatang di Candi Borobudur, di Jawa Tengah (Jateng), dan 3 November 2026 di Jakarta.
Sebelumnya, MUI juga mendesak pemerintah untuk membatalkan konser tunggal Israel Houghton di Jakarta yang akan digelar di Kota Kasablanka di Jakarta Selatan, 24 Oktober mendatang.
Terkait Israel Houghton ini, pemerintah melalui Kementerian Kordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) sudah memastikan tak akan memberikan izin gelaran, dan penerbitan visa kegiatan terhadap artis asal AS yang juga berkampanye untuk dukungan zionis Israel yang melakukan penjajahan di Palestina. (Red)
- Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda hingga Pertukaran Pendidik - October 12, 2026
- MUI Kembali Desak Pemerintah Batalkan Konser Pendukung Zionis - October 12, 2026
- Bantai Singapura 5-0, Indonesia Lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 - October 11, 2026

