GAZA – Sebanyak 106 warga Palestina syahid sepanjang Selasa, di seantero Jalur Gaza. Kematian-kematian ini menyusul dimulainya serangan darat Israel ke Kota Gaza yang makin meluluhlantakkan wilayah yang hampir dua tahun didera agresi genosidal penjajah tersebut.

Kantor berita WAFA melaporkan bahwa 91 orang syahid di Jalur Gaza utara, sebagian besar di Kota Gaza, sementara sembilan orang syahid di Jalur Gaza tengah, dan enam di Jalur Gaza selatan. Sebanyak 40 orang di antara korban jiwa itu syahid dalam serangan Israel yang menargetkan tiga rumah milik keluarga Zaqout, Hamid, dan Balousha di utara Kota Gaza.

Jurnalis Muhammad Rabah melaporkan dari Gaza bahwa dalam salah satu serangan pesawat Israel juga mengebom mobil yang membawa pengungsi dari Kota Gaza. Pesawat Israel menargetkan kendaraan yang membawa pengungsi di Gaza barat pada Selasa malam, menewaskan lima warga Palestina. 

Pesawat tersebut menargetkan kendaraan tersebut di daerah al-Katiba ketika kendaraan tersebut berusaha melarikan diri ke Jalur Gaza selatan. Dua anak termasuk di antara korban jiwa dan beberapa lainnya terluka. Ambulans bergegas ke lokasi serangan dan membawa korban luka ke Rumah Sakit Al-Shifa. 

Pada Selasa, sumber medis di Jalur Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi Israel yang sedang berlangsung, yang dimulai pada 7 Oktober 2023, telah meningkat menjadi 64.964 orang tewas dan 165.312 orang luka-luka. Sebagian besar korban adalah anak-anak dan perempuan. Pengepungan Israel juga menyebabkan kelaparan yang menewaskan 428 warga Palestina, termasuk 146 anak-anak.

Militer Israel sejak Selasa dini hari mengintensifkan serangan udaranya di Jalur Gaza, menghancurkan banyak bangunan dan fasilitas sipil. Serangan juga mengakibatkan jumlah kematian dan cedera yang mencapai rekor tertinggi.

Pertahanan Sipil Gaza mengatakan sejumlah orang hilang masih berada di bawah reruntuhan rumah yang dibom oleh pesawat tempur Israel tanpa peringatan sebelumnya. Kurangnya sumber daya dan alat berat serta mesin menghalangi penyelamatan mereka.

Tentara pendudukan Israel memperbarui peringatannya kepada warga Kota Gaza untuk segera mengungsi, mengumumkan peluncuran operasi militer skala besar untuk menduduki kota tersebut. Tentara Israel mengatakan bahwa dua divisi militer telah memulai operasi di kota tersebut, dan divisi ketiga akan segera bergabung dengan mereka.

“Kami telah mulai memperdalam operasi menuju jantung Kota Gaza, yang dianggap sebagai wilayah vital bagi Hamas,” kata Kepala Staf IDF Eyal Zamir dilansir Aljazirah.

Pada Selasa, tentara penjajah menghancurkan dua bangunan tempat tinggal di lingkungan barat Kota Gaza. Rumah Sakit Al-Quds melaporkan empat orang syahid dan beberapa lainnya terluka dalam serangan Israel di lingkungan Tel al-Hawa, barat daya Kota Gaza. Koresponden Aljazirah melaporkan penembakan artileri dan serangan udara menargetkan sekitar wilayah Sudan, barat laut Kota Gaza.

Anadolu Agency mengutip saksi mata yang mengatakan bahwa tentara Israel menghancurkan gedung bertingkat “Tawfiq” di lingkungan padat penduduk Al-Nasr di barat Kota Gaza. Para saksi mata menjelaskan bahwa pemboman tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan warga Palestina yang tinggal di daerah sasaran, sementara serangan tersebut menyebabkan puluhan keluarga mengungsi.

Bangunan-bangunan perumahan di lingkungan barat Kota Gaza dipadati oleh penduduk dan pengungsi yang meninggalkan lingkungan timur dan utara kota untuk mencari perlindungan. Tentara Israel juga menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal milik keluarga Halawa di kamp pengungsi Shati, sebelah barat kota, menyebabkan puluhan warga Palestina yang tinggal di dalam dan di sekitarnya mengungsi, termasuk di tenda pengungsian yang rusak.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara Israel telah menghancurkan lebih dari 3.600 bangunan dan menara pemukiman di Kota Gaza. Penjajah juga menghancurkan sekitar 13.000 tenda yang menampung para pengungsi, menurut pernyataan dari kantor media pemerintah di Gaza.

Tentara Israel juga mengintensifkan serangan dan penggunaan peluru tajam terhadap wilayah utara dan barat Kota Gaza, dalam upaya untuk menyebarkan kepanikan di kalangan warga Palestina dan memaksa mereka untuk mengungsi.

Seorang pejabat militer Israel mengumumkan peluncuran fase baru dalam pendudukan Kota Gaza melalui “serangan bertahap,” sementara sekitar satu juta warga Palestina, yang sebagian besar menjadi pengungsi, tinggal di kota tersebut.

Meski terjadi pengeboman dahsyat, mayoritas warga Palestina di Gaza menolak pindah ke selatan karena kurangnya kebutuhan dasar. Sementara itu, sejumlah besar pengungsi ke selatan telah kembali ke Kota Gaza.

Menurut pernyataan sebelumnya dari kantor pemerintah di Gaza, Israel telah mengurung lebih dari 800.000 warga Palestina di wilayah Mawasi di Rafah dan Khan Yunis, di mana mereka tidak memiliki sarana untuk mencari penghidupan.

Para ahli PBB mengumumkan pada Selasa bahwa serangan Israel terhadap Kota Gaza akan menjadi bencana bagi warga sipil di daerah kantong yang terkepung tersebut. Para ahli meminta semua negara anggota PBB untuk mengambil tindakan segera guna mencegah genosida dan kelaparan lebih lanjut di Gaza.

Kelompok Hamas menolak pembenaran Israel atas penghancuran Kota Gaza. Mereka menolak klaim Israel bahwa mereka secara sistematis menghancurkan menara pemukiman di Gaza karena digunakan oleh Hamas.

“Klaim juru bicara militer musuh mengenai penggunaan menara tempat tinggal di Kota Gaza untuk tujuan militer oleh kelompok perlawanan tidak lain hanyalah kebohongan belaka,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

“Musuh mencoba membenarkan kejahatannya untuk menutupi penghancuran sistematis Kota Gaza, sama seperti sebelumnya mereka menghancurkan kota Rafah, Khan Yunis, Jabalia, Beit Hanoun dan Beit Lahia.” (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *