
ISTANBUL – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (4/8/2026), menepis rumor yang menyatakan dirinya mengundurkan diri dari jabatannya di tengah eskalasi konflik militer dengan Amerika Serikat.
“Jika saya akan mundur, saya pasti akan umumkan secara terbuka. Saya tak akan mengundurkan diri dan saya akan melanjutkan perjuangan,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan kantor berita IRNA.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis berita yang disiarkan media oposisi Iran bahwa Pezeshkian beberapa kali berupaya meminta pengunduran dirinya kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Dia juga membantah ada perselisihan dengan Khamenei dan angkatan bersenjata Iran, sembari menegaskan bahwa mereka bekerja sama dengan penuh keselarasan.
“Semuanya tahu jika ada perselisihan, angkatan bersenjata pasti akan berada di sisi Khamenei,” ucap Pezeshkian.
Iran sedang dalam keadaan perang dengan Amerika Serikat saat AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada Februari lalu. Iran lantas membalas dengan serangan rudal dan droneke negara-negara Teluk yang memiliki aset militer AS.
Kemudian, AS dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata pada April, disusul dengan penandatanganan memorandum perdamaian yang tercapai melalui mediasi Pakistan pada Juni lalu untuk menghentikan konflik militer dan mewujudkan kesepakatan damai.
Namun demikian, kesepakatan itu gagal terwujud bulan lalu setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan selama hampir dua pekan.
Presiden AS Donald Trump pun kemudian tiba-tiba menghentikan serangan udara di tengah kabar adanya pembicaraan untuk menyelesaikan konflik tersebut. (Red)
Sumber: Antara, Anadolu
- Presiden Iran Bantah Mengundurkan Diri - August 4, 2026
- Minta Negara Akomodasi Hukuman Mati Koruptor, MUI: Ini Aspirasi Publik - August 4, 2026
- Memalukan, Bermain di Kandang Sendiri, Bak Ayam Sayur Timnas Indonesia Dibenamkan Vietnam - August 3, 2026
