JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan lalu diam-diam meninggalkan Turkiye dengan pesawat militer di tengah dugaan ancaman pembunuhan oleh Iran terhadapnya. Sementara Gedung Putih secara terbuka menyatakan bahwa ia berada di dalam Air Force One.

Demikian laporan media AS, yang dikutip Selasa (11/8/2026) mengutip pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut.

Menurut The Washington Post, Trump menaiki pesawat jumbo Air Force One yang lebih tua di hadapan kamera televisi di Ankara sebelum secara diam-diam dipindahkan beberapa menit kemudian ke pesawat Air Force C-32A yang lebih kecil menggunakan truk katering bandara.

Laporan itu menyatakan manuver tersebut dirancang untuk menyembunyikan lokasi Trump dari publik, wartawan, dan sejumlah staf Gedung Putih. Operasi itu dilakukan pada malam setelah pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran menyusul kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran.

Trump mengunjungi Ankara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 7–8 Juli bersama para pemimpin dunia ketika dugaan ancaman itu muncul.

Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung membela langkah tersebut dengan mengatakan bahwa pesawat pemberian Qatar, yang kini digunakan sebagai Air Force One, telah “dilengkapi dengan protokol keamanan tingkat tinggi” untuk memastikan keselamatan presiden.

“Seperti yang baru-baru ini disampaikan presiden, ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap sarana yang tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut,” katanya.

Di tengah masih berlangsungnya ketegangan antara AS dan Iran, pengamanan terhadap Trump sepertinya juga dipertebal. Trump mendapat pengawalan ketat dari sistem rudal darat-ke-udara (SAM) bertipe Avenger saat bermain golf di lapangan miliknya di New Jersey, menurut laporan media War Zone yang menganalisis sejumlah foto.

Sebelumnya pada Ahad (9/8/2026) Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (NORAD) memastikan telah mencegat beberapa pesawat yang terbang di dekat klub golf Bedminster, New Jersey, tempat Trump menghabiskan akhir pekan. Foto-foto terbaru yang diambil pada Minggu – saat Trump menghadiri babak final turnamen LIV Golf Bedminster di lapangan tersebut – memperlihatkan sistem rudal Avenger berada di latar belakang di balik kawat berduri.

Gedung Putih mengonfirmasi keaslian foto-foto tersebut pada Senin (10/8/2026). Trump tercatat telah menjadi sasaran empat upaya pembunuhan dalam dua tahun terakhir.Pada Juni 2024, sebuah tembakan peluru mengenai bagian telinganya.

Upaya pembunuhan terbaru terhadap pemimpin AS tersebut melibatkan rencana serangan pada ajang UFC di Gedung Putih, yang berhasil digagalkan pada Juni. (Red)

Sumber: Antara, Anadolu, Sputnik, RIA Novosti

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *