JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di kancah internasional. Dua Paduan Suara Mahasiswa (PSM) PTMA, yakni Voca Al Kindi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Sunshine Voice Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), berhasil meraih prestasi dalam ajang Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival (MCE ICF) 2026.

Kompetisi paduan suara internasional tersebut digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19–23 Agustus 2026. Keikutsertaan kedua PSM ini sekaligus menjadi pengalaman penting dalam perjalanan mereka untuk mengembangkan seni paduan suara hingga ke tingkat internasional.

Ketua Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Gunawan Budianto, dalam keterangannya pada Jumat (4/9/2026), mengapresiasi kerja keras dan dedikasi kedua PSM dalam mengikuti kompetisi tersebut.

Menurutnya, prestasi yang diraih tidak hanya menunjukkan kemampuan para mahasiswa Muhammadiyah di bidang seni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Muhammadiyah melalui jalur kebudayaan.

“Secara tidak langsung, hal ini turut mengenalkan Muhammadiyah lewat prestasi seni,” ungkap Gunawan dikutip dari laman Muhammadiyah.

“Semoga torehan prestasi ini dapat menjadi motivasi para pegiat seni yang ada di Muhammadiyah agar secara luas menggerakkan seluruh potensi seni budaya dan semakin membuka akses dunia dakwah melalui seni budaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSM Voca Al Kindi UMS, Gilang Ramadhan, menjelaskan bahwa dalam MCE ICF 2026, Voca Al Kindi mengikuti dua kategori. Pada kategori Mixed Youth Category, mereka membawakan Sahut Namaku serta Double, Double Toil and Trouble dan berhasil meraih Gold Medal.

Voca Al Kindi juga tampil dalam kategori Folk and Indigenous Music Category dengan membawakan Mana Lolo Banda dan Yamko Rambe Yamko. Pada kategori tersebut, Voca Al Kindi kembali berhasil meraih Gold Medal.

“Tahun ini menjadi tonggak Al Kindi untuk bisa membuka lembaran baru lagi ke proses yang lebih besar, lebih megah, dan lebih menantang karena bertemu dengan paduan suara hebat dari negara-negara lain,” kata Gilang.

Menurut Gilang, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang tidak diperoleh secara instan. Persiapan telah dilakukan sejak awal periode kepengurusan, mulai dari proses seleksi keikutsertaan, pembentukan tim, latihan, hingga berbagai persiapan teknis menjelang kompetisi.

Hal serupa juga dilakukan PSM Sunshine Voice UMY. Dalam kompetisi tersebut, Sunshine Voice berhasil membawa pulang tiga medali emas dari tiga kategori yang diikuti, yakni Folk and Indigenous Music, Mixed Youth Category, dan Equal SA Category.

Ketua PSM Sunshine Voice UMY, Fajri Trias Fauzi Muhammad, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam persiapan kompetisi adalah dalam hal manajemen dan pemenuhan standar anggota yang siap diberangkatkan di ajang kompetisi internasional.

Lalu yang kedua adalah terkait proses. Fajri mengungkap, proses persiapan yang dilakukan terbilang cukup panjang dan membutuhkan konsistensi dan fokus yang tinggi. Berbagai bentuk latihan intensif terus dilakukan jelang penyelenggaraan kompetisi yang mencakup pembangunan teknik vokal, musikalitas, pemahaman materi, hingga penyatuan karakter suara setiap anggota.

“Karena kami akan tampil sebagai satu tim, setiap anggota harus memiliki rasa tanggung jawab yang sama terhadap keseluruhan penampilan,” tutur Fajri.

Di balik capaian tersebut, kedua PSM juga menghadapi tantangan dalam aspek pendanaan. Jumlah personel yang cukup banyak membuat kebutuhan biaya untuk perjalanan, akomodasi, perlengkapan, dan kebutuhan kompetisi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi.

Untuk mengatasinya, Voca Al Kindi dan Sunshine Voice melakukan berbagai upaya pendanaan secara mandiri, mulai dari fundraising, melibatkan alumni, hingga membangun dukungan dari berbagai pihak.

MCE ICF 2026 sendiri diikuti sekitar 200 tim paduan suara dari berbagai negara di Asia dan Eropa. Sejumlah negara yang turut berpartisipasi antara lain Italia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Belgia, Denmark, Malaysia, Filipina, Spanyol, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia.

Keikutsertaan Voca Al Kindi UMS dan Sunshine Voice UMY dalam kompetisi tersebut menjadi bukti bahwa potensi seni mahasiswa PTMA mampu berkembang hingga panggung internasional. Lebih dari sekadar capaian kompetitif, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi kedua PSM untuk terus berkembang sekaligus menginspirasi PSM PTMA lainnya agar berani mengambil langkah ke tingkat yang lebih luas.

Prestasi tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam mengembangkan seni dan budaya sebagai salah satu medium untuk membangun kreativitas, memperkuat karakter generasi muda, serta memperkenalkan nilai-nilai Muhammadiyah melalui karya dan prestasi di tingkat global. (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *