TEHERAN – Juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, pada Rabu (14/10/2026) mengatakan bahwa Iran, “memiliki senjata-senjata canggih baru usai perang 40 hari yang diterapkan oleh AS.” Mohebbi pun tidak menafikan kemungkinaan pecahnya perang baru.

Berbicara dengan media berbahasa Inggris di Teheran, Mohebbi menegaskan, bahwa Angkata Bersenjata Iran telah sangat siap untuk merespons potensi agresi apapun sejak negaranya diperlengkapi senjata-senjata canggih tambahan.

Mohebbi menegaskan, Iran telah bersiap untuk merespons agresi lanjutan dengan kekuatan lebih besar dari sebelumnya, dan konsekuensi dari aksi agresi oleh AS akan “lebih menyakitkan.”

Mohebbi juga mengkritik liputan media terhadap perang AS terhadap Iran. Menurutnya, Trump memiliki keyakinan bahwa publik AS tidak terinformasikan dengan baik atas realita konflik dan media arus utama menutup kebenaran atas apa yang disebutnya sebagai “aksi agresi yang kejam”.

Ia juga membantah pernyataan-pernyataan yang diutarakan pejabat Washington soal adanya jurang pemisah dan kurangnya kerja sama antara pejabat Iran dengan menyebutnya “penuh kepalsuan”.

Iran dilaporkan menyiapkan serangan darat terhadap negara-negara tetangga sekutu Amerika Serikat (AS) jika Donald Trump memutuskan kembali melanjutkan perang menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) dilansir Iran International, Selasa (13/10/2026). Laporan WSJ mengutip beberapa sumber anonim meski tidak menyebut negara spesifik yang akan diserang Iran.

Dalam laporan itu, Iran telah memberikan peringatan kepada negara tetangga baik secara terbuka dan privat, bahwa Teheran akan memperluas respons mereka di Timur Tengah jika AS melanjutkan serangan. Secara terpisah, Iran juga telah mengingatkan pejabat Arab bahwa fasilitas kilang minyak Arab Saudi bisa menjadi target serangan jika perang kembali pecah.

Pada Ahad (11/10/2026), petinggi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa, Teheran juga bisa menargetkan Uni Emirat Arab (UEA) dan juga data center dan kabel internet yang ada di kawasan.

Kepada mediator, pemerintah Iran juga telah menginformasikan kepada mediator bahwa mereka bisa menargetkan prajurit AS secara agresif, termasuk mencoba menenggelamkan kapal-kapal perang AS di Timur Tengah dan membunuh krunya, demikian laporan WSJ mengutip sejumlah sumber. Pada September lalu, rudal-rudal Iran berhasil menyasar kapal-kapal perang AS.

WSJ juga melarpokan bahwa Washington juga menyiapkan kemungkinan dilanjutkannya perang, dengan mengirim kapal induk ketiga dan prajurit Marinir menuju Timur Tengah. Pentagon juga menimbang perlengkapan sistem pertahanan udara tambahan dan munisi ke pangkalan-pangkalan udara AS. (Red)

Sumber: republika.co.id

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *