
TEHERAN – Kementerian Luar Negeri Iran menyebut permintaan yang berlebihan dari Amerika Serikat menjadi batu ganjalan dalam upaya mencapai kesepakatan damai antara Teheran dan Washington.
“Tuntutan yang berlebihan,” kata Juru Bicara Kemlu Iran Esmaeil Baqaei, Selasa (20/10/2026), saat ditanya soal hal yang mengganggu proses perundingan antara Iran dan AS.
Ia mengaku pesan yang diterima Teheran dari Washington “tak cukup dan tak lengkap”.
Sementara itu, Iran akan terus mempertahankan tujuh syarat yang telah disampaikan sebelumnya, yang mencakup pencabutan blokade laut dan penghentian permusuhan di semua garis depan, dalam upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz dan mengakhiri perang dengan AS.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah sasaran di Iran, sehingga memicu serangan balasan dari Teheran.
Pada pertengahan Juni lalu, Teheran dan Washington sempat meneken nota kesepahaman terkait penghentian permusuhan. Akan tetapi, kedua pihak saling serang lagi tak lama kemudian.
Saat ini, perseteruan antara AS dan Iran masih belum mencapai titik penyelesaian. (Red)
Sumber: Antara, Sputnik/RIA Novosti
- Tuntutan Berlebihan dari AS Ganjal Kesepakatan Damai - October 20, 2026
- Indonesia Peringkat Kedelapan Klasemen Asian Para Games 2026 - October 20, 2026
- Yavianda Maulana Rifky Persembahkan Emas Pertama bagi Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 - October 19, 2026

