GAZA – Citra satelit terbaru dari Google Earth mengungkapkan wilayah luas di Gaza yang telah berubah akibat serangan militer destruktif Israel. Seluruh kawasan kini hanya menyisakan puing-puing dan tanah kosong.

Citra terbaru tersebut muncul secara daring pada Minggu (27/9), menurut para pengguna media sosial yang mengungkapkan keterkejutan mereka atas besarnya tingkat kehancuran tersebut. Google belum memberikan keterangan mengenai kapan citra itu diterbitkan atau mulai tersedia.

Merujuk the National, citra tersebut memperlihatkan kawasan permukiman yang telah berubah menjadi hamparan puing akibat bangunan-bangunan yang rata dengan tanah. Jalan-jalan masih terlihat, sementara masjid, sekolah, dan berbagai bangunan penting lainnya tampak dikelilingi oleh kehancuran yang luas.

“Ini memperlihatkan realitas Gaza dengan ketajaman gambar yang mengejutkan,” tulis Nathan Ruser, seorang analis di Australian Strategic Policy Institute, di platform X, yang dikutip pada Senin (28/9/2026).

Kota Rafah di bagian selatan tampak jelas dalam citra terbaru; kawasan yang sebelumnya dipadati deretan rumah kini terlihat sebagian besar telah rata dengan tanah. Tampilan lain memperlihatkan konsentrasi luas tempat penampungan darurat yang tersebar di lahan terbuka.

Di Kota Gaza, citra satelit menunjukkan kerusakan parah di dalam dan di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa. Lanskap perkotaan di sekitarnya tampak berubah drastis dibandingkan dengan citra sebelumnya.

Kondisi tersebut mencerminkan besarnya kehancuran yang terjadi selama perang di Gaza, yang bermula setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 12 Agustus, Pusat Satelit PBB menyatakan bahwa 82 persen dari seluruh bangunan di Gaza telah mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat, dengan dua pertiganya hancur total.

Barry Andrews, seorang anggota Parlemen Eropa asal Irlandia, menyoroti citra tersebut di platform X pada hari Minggu. “Citra satelit Google terbaru mengenai Gaza sungguh mencengangkan dan dapat dilihat oleh siapa saja,” tulisnya. Unggahan tersebut tersebar luas, dengan capaian sekitar dua juta tayangan, 18.000 tanda suka, dan ribuan unggahan ulang.

Pengguna platform lain memberikan tanggapan dengan deskripsi yang tak kalah mencolok. Salah satu unggahan yang menyertakan rekaman satelit berbunyi: “Google Earth telah memperbarui citra Gaza. Sungguh memilukan.”

Wartawan Palestina, Abubaker Abed, menggambarkan citra tersebut sebagai sesuatu yang “benar-benar tak terbayangkan”. “Saya sendiri telah menyaksikan langsung banyak kehancuran di Gaza, namun saya tidak sanggup melihat peta itu,” tulisnya di X.

Kehancuran yang terlihat dalam citra satelit tersebut merupakan dampak dari perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun, serta gempuran dan operasi militer intensif Israel di seluruh wilayah Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Tak lama setelah citra terbaru itu dipublikasikan, tangkapan layar dan video yang memperlihatkan kondisi Rafah, Khan Younis, dan Kota Gaza beredar luas di media sosial; warganet membandingkan tampilan baru tersebut dengan citra satelit dari masa sebelumnya.

Tanggal pasti pengambilan gambar tersebut belum diketahui secara pasti. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa citra beresolusi tinggi wilayah Gaza telah diambil sepanjang tahun ini, namun Google belum memberikan konfirmasi resmi mengenai tanggal pengunggahan citra terbaru tersebut.

Serangan yang dipimpin Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 orang disandera, menurut keterangan otoritas Israel.

Israel merespons dengan operasi militer yang, menurut otoritas kesehatan Gaza, telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan menyebabkan puluhan ribu lainnya terluka.

Israel menghadapi tuduhan melakukan kejahatan perang terkait tindakannya selama kampanye militer besar-besaran tersebut, termasuk dugaan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, pemindahan paksa penduduk, serta pembatasan akses bantuan kemanusiaan. (Red)

Sumber: republika.co.id

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *