
TEHERAN – Militer Iran akan menyerang infrastruktur milik Amerika Serikat yang masih tersisa di kawasan Timur Tengah, jika AS terus melancarkan serangan terhadap fasilitas milik Iran.
Demikian dikemuakan oleh Juru Bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, Kamis (16/7/2026).
Sebelumnya, Rabu (15/7), Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ingin menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk melanjutkan perundingan di tengah serangan dan ancaman baru untuk membombardir sejumlah jembatan di Iran.
“Jika AS melaksanakan rencananya untuk menyerang infrastruktur Iran, maka segala sesuatu yang masih utuh, yakni seluruh infrastruktur di kawasan tersebut, akan menjadi sasaran serangan dahsyat oleh angkatan bersenjata Iran,” kata Komando Militer Iran seperti dikutip televisi dan radio milik Pemerintah Iran.
Komando tersebut juga menegaskan Iran tidak akan membiarkan AS mencampuri urusan berkaitan dengan Selat Hormuz.
Sejak 8 Juli, militer AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran yang mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer milik AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. (Red)
Sumber: Antara, Sputnik/RIA Novosti
- Bantai Singapura 5-0, Indonesia Lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 - October 11, 2026
- Marco Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 - October 11, 2026
- UGM Tembus Peringkat 801–1000 Dunia di THE WUR 2027 - October 10, 2026

