
TEHERAN – Wakil Menteri Warisan Budaya dan Pariwisata Ali Darabi mengatakan, Pemerintah Iran akan menjadikan sekolah putri yang dibom di Kota Minab, Iran selatan, sebagai monumen peringatan untuk para korban agresi AS-Israel. Sekolah tersebut terkena serangan pada hari pertama Operasi Epic Fury gabungan AS-Israel.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, setidaknya 171 siswi tewas. PBB menyerukan pertanggungjawaban atas serangan mematikan tersebut. Sementara, New York Times kemudian melaporkan bahwa sekolah tersebut terkena rudal Tomahawk AS.
“Kompleks ini akan menjadi ‘Museum Peringatan Para Martir Siswa’ untuk melestarikan kenangan mereka,” kata menteri tersebut seperti dikutip portal informasi pemerintah Iran, Jumat (13/3/2026).
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan brutal terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan berbagai kerusakan, serta menewaskan banyak korban sipil, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel awalnya mengeklaim serangan “pencegahan” tersebut diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi segera memperjelas tujuannya bahwa mereka ingin melihat penggantian kekuasaan di Iran. (Red)
Smber: Antara
- Yavianda Maulana Rifky Persembahkan Emas Pertama bagi Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 - October 19, 2026
- 10 Kampus Swasta dengan Jumlah Profesor Terbanyak - October 19, 2026
- Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan - October 18, 2026
