JAKARTA – Universitas Airlangga (Unair) menjadi kampus di Indonesia dengan jaringan riset internasional terbaik berdasarkan QS World University Rankings atau QS WUR 2027. Unair memperoleh skor 65,8 dalam indikator International Research Network (IRN).

Dengan skor tersebut menempatkan Unair di peringkat ke-659 dunia berdasarkan indikator IRN. Universitas Indonesia (UI) menyusul dengan skor 63,4 dan berada di posisi ke-695 dunia.

Universitas Gadjah Mada (UGM) melengkapi tiga besar Indonesia. Kampus asal Yogyakarta tersebut meraih skor IRN sebesar 59,3 dan menempati peringkat ke-755 dunia dalam indikator yang sama.

Unair Ungguli UI dan UGM

Persaingan dua posisi teratas berlangsung cukup rapat. Skor Unair hanya terpaut 2,4 poin dari UI. Jarak kemudian melebar antara UI dan UGM menjadi 4,1 poin.

Ketiga universitas tersebut menjadi satu-satunya kampus Indonesia dengan skor IRN di atas 50. Setelah UGM, terdapat selisih 20,8 poin menuju Unpad yang berada di posisi keempat dengan skor 38,5.

Meski memimpin indikator jaringan riset internasional, Unair bukan kampus Indonesia dengan peringkat keseluruhan tertinggi. Posisi tersebut ditempati UI pada peringkat ke-191 dunia, diikuti UGM di urutan ke-206 dan Unair pada peringkat ke-276.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa keunggulan pada satu indikator tidak selalu menghasilkan posisi keseluruhan yang sama. Peringkat akhir QS WUR dibentuk oleh sembilan indikator dengan bobot yang berbeda.

USU dan UNP Unggul dalam Indikator IRN

Daftar IRN juga menghadirkan susunan yang berbeda dari peringkat keseluruhan. Universitas Sumatera Utara, misalnya, berada di posisi kelima nasional berdasarkan jaringan riset internasional dengan skor 37,6.

Padahal, USU berada di kelompok peringkat 1.001–1.200 dalam klasemen keseluruhan QS WUR 2027. Kampus tersebut berada di atas ITB, IPB University, ITS, dan Universitas Brawijaya untuk indikator IRN.

Pola serupa terlihat pada Universitas Negeri Padang. Kendati berada dalam kelompok 1.401+ dunia secara keseluruhan, UNP menempati posisi ketujuh nasional dalam jaringan riset internasional dengan skor 29,9.

Sementara itu, ITB berada di urutan keenam dengan skor 32,7. IPB University, ITS, dan Universitas Brawijaya melengkapi tiga posisi terakhir dalam daftar 10 besar.

Apa yang Dinilai dalam International Research Network?

Menurut metodologi QS, indikator International Research Network mengukur kemampuan universitas dalam membangun dan mempertahankan kemitraan riset dengan institusi di negara atau wilayah lain.

Penilaiannya memperhatikan keragaman negara yang terlibat sekaligus keberlanjutan hubungan antarlembaga. QS hanya memperhitungkan kemitraan yang menghasilkan sedikitnya tiga publikasi bersama dalam periode lima tahun.

Data publikasi untuk indikator ini bersumber dari basis data Scopus milik Elsevier. QS menghitung jumlah negara atau wilayah internasional yang berbeda, kemudian mempertimbangkannya terhadap jumlah mitra internasional setiap perguruan tinggi.

Hasil perhitungan selanjutnya dinormalisasi menjadi skor indikator. Oleh karena itu, angka 65,8 yang diperoleh Unair bukan jumlah negara mitra, publikasi, ataupun kerja sama internasional yang dimiliki kampus tersebut.

Indikator IRN juga tidak menilai banyaknya nota kesepahaman atau MoU. Sebuah kerja sama baru diperhitungkan apabila menghasilkan hubungan publikasi bersama yang memenuhi ketentuan QS.

Bobot Jaringan Riset Internasional Sebesar 5%

International Research Network menjadi bagian dari kelompok penilaian Global Engagement. Dalam QS WUR 2027, indikator tersebut mempunyai bobot sebesar 5% terhadap skor keseluruhan.

Kelompok Global Engagement juga mencakup rasio dosen internasional dan rasio mahasiswa internasional. Masing-masing indikator tersebut memiliki bobot 5%.

Adapun bobot terbesar dalam QS WUR berasal dari reputasi akademik sebesar 30%. Indikator lainnya meliputi sitasi per dosen, reputasi pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, hasil kerja lulusan, serta keberlanjutan.

Dengan demikian, daftar jaringan riset internasional tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan kualitas universitas secara menyeluruh. Daftar ini secara khusus menggambarkan keluasan dan kesinambungan kolaborasi publikasi lintas negara. (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *