
GAZA – Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menyatakan, Jalur Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis dan pekerja kemanusiaan. Hingga kini, pihaknya mencatat, tidak kurang dari 230 jurnalis gugur akibat serangan militer Israel (IDF) di wilayah Palestina tersebut.
Lazzarini menegaskan, upaya Israel yang mencegah para jurnalis memasuki Jalur Gaza semakin memperkuat kampanye disinformasi. Tindakan entitas zionis itu telah menghalangi dunia internasional dari akses informasi untuk mendapatkan fakta krisis kemanusiaan di sana.
“Jurnalis Palestina adalah mata dan telinga kami dalam meliput kengerian perang di Gaza. Mereka menggambarkan kekuatan manusia dan pengaruhnya dan bekerja dengan keberanian dan ketabahan meski menghadapi kesulitan,” ujar Lazzarini sebagaimana dilansir dari WAFA pada Senin (26/1/2026).
Selama ini, lanjut dia, para jurnalis bekerja bersama pekerja kemanusiaan yang menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza. Pelarangan yang dilakukan Israel semakin memperjelas tujuan entitas zionis itu dalam mendiskreditkan laporan langsung dan kesaksian organisasi-organisasi kemanusiaan internasional di Jalur Gaza. Lebih dari itu, IDF merendahkan martabat warga Palestina. (Red)
- Israel Serbu Armada Global Sumud di Perairan Internasional - April 30, 2026
- Hari Ke-10 Operasional Haji 1447 H: 54.604 Jemaah Diberangkatkan - April 30, 2026
- Kapal-Kapal AS akan Terbakar dengan Senjata Canggih Baru Iran - April 29, 2026
