
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memperkuat perannya dalam diplomasi kemanusiaan dan perjuangan internasional untuk Palestina.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa Indonesia telah ditunjuk sebagai pusat atau markas besar (headquarter) Asia-Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCAP).
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan materi dalam Pelatihan Dasar Diplomasi Wasathiyah yang diselenggarakan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta, seperti dikutip dari MUI Digital, Jumat (12/6/2026).
Menurut Prof. Sudarnoto, penunjukan Indonesia sebagai markas APCAP merupakan hasil dari pertemuan internasional Global Coalition for Al-Quds and Palestine yang berlangsung di Istanbul, Turki.
“Pada 7–8 November lalu, saya menghadiri pertemuan Global Coalition for Al-Quds and Palestine di Istanbul. Salah satu rekomendasinya adalah Indonesia menjadi host untuk Asia-Pacific Conference for Al-Quds and Palestine,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rekomendasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui konferensi yang diikuti perwakilan dari sekitar 20 negara kawasan Asia Pasifik. Dari forum tersebut disepakati bahwa Indonesia menjadi pusat koordinasi gerakan koalisi Asia Pasifik untuk Palestina.
“Di antara poin penting deklarasi itu adalah Indonesia menjadi headquarter atau kantor pusat gerakan Asia-Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine,” katanya.
Prof Sudarnoto menjelaskan bahwa APCAP dibentuk sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat di kawasan Asia Pasifik untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memperkuat diplomasi kemanusiaan, serta menggalang solidaritas internasional bagi rakyat Palestina.
Dalam struktur organisasinya, APCAP memiliki Advisory Board (Dewan Penasihat) yang akan diisi oleh sejumlah tokoh bangsa. Selain itu, kepengurusan koalisi juga melibatkan diplomat senior Indonesia, ulama, akademisi, serta aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang memiliki komitmen terhadap perjuangan Palestina.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi MUI dan umat Islam Indonesia yang selama ini aktif dalam berbagai gerakan kemanusiaan dan diplomasi publik di tingkat internasional.
“Ini adalah kontribusi MUI dan umat Islam Indonesia untuk perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam membela Palestina,” tegasnya.
Prof Sudarnoto juga mengungkapkan bahwa dirinya dipercaya menjadi Ketua Steering Committee APCAP bersama sejumlah tokoh diplomasi Indonesia yang turut terlibat dalam kepengurusan organisasi tersebut.
Lebih lanjut, ia menilai kehadiran APCAP akan memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi global, terutama dalam mengadvokasi kemerdekaan Palestina dan mendorong penghentian berbagai pelanggaran kemanusiaan yang masih berlangsung.
Ia menambahkan, berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri dan sejumlah lembaga negara, telah memberikan respons positif terhadap pembentukan koalisi tersebut.
APCAP dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi dalam rangkaian kegiatan Kongres Umat Islam Indonesia.
Melalui keberadaan APCAP, MUI berharap peran Indonesia sebagai pelopor diplomasi kemanusiaan dan perjuangan Palestina di kawasan Asia Pasifik semakin kuat, sekaligus menjadi wadah sinergi berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kemanusiaan di tingkat global. (Red)

