
SANAA – Kelompok militan di Yaman, Houthi pada Sabtu (25/7/2026), mengeklaim bahwa mereka telah menyerang fasilitas minyak Aramco di Jizan dan Yanbu, Arab Saudi.
Menurut laporan the National, serangan itu terjadi setelah Pelabuhan Hodeidah dibombardir oleh koalisi yang dipimpin Saudi pada Jumat.
Juru bicara Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan serangan ke Hodeidah sebagai “upaya Saudi untuk melanjutkan blokade terhadap rakyat kami dan pelanggaran kedaulatan Yaman”.
Dia bersumpah bahwa Houthi akan merespons “eskalasi dengan eskalasi”.
Arab Saudi belum menginformasi klaim Houthi yang mengebom Aramco. Meski demikian, peringatan darurat dikeluarkan di Jizan dan Yanbu pada Sabtu pagi.
Pada Senin (20/7/2026), Houthi mengumumkan “blokade maritim” terhadap Arab Saudi yang berlaku segera. Yahya Saree mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi Al-Masirah dilansir Anadolu, larangan navigasi maritim yang terkait dengan Arab Saudi “telah berlaku sejak saat pernyataan ini dikeluarkan.”
Saree memperingatkan bahwa setiap eskalasi Saudi akan dibalas dengan apa yang disebutnya sebagai “eskalasi komprehensif dan berat.”
Tidak ada komentar langsung dari Saudi mengenai pengumuman Houthi tersebut.
Pekan lalu, kelompok Houthi menuduh Arab Saudi melakukan serangan udara di bandara Sanaa dan meluncurkan rudal ke wilayah Saudi, mengakhiri ketenangan selama bertahun-tahun.
Meskipun Riyadh tidak berkomentar tentang tuduhan Houthi, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan bandara untuk mencegah pesawat Iran mendarat. (Red)
- Houthi Bombardir Saudi Aramco - July 25, 2026
- Top 5 Ranking PTKIN Terbaik Versi UniRank 2026 - July 25, 2026
- Dihadapan Kongres Umat Islam, Ketum MUI: Perkuat Ekonomi Syariah dan Tolak LGBT - July 24, 2026
