JENEWA – Kantor Hak Asasi Manusia PBB memperingatkan bahwa serangan Israel terus menewaskan dan melukai warga sipil Palestina di seluruh Jalur Gaza meskipun ada gencatan senjata. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya kejahatan perang dan kejahatan keji lainnya.

Berbicara di Jenewa pada Selasa, juru bicara Kantor HAM PBB Thameen Al-Kheetan mengatakan bahwa “sembilan bulan setelah pengumuman gencatan senjata, tetap saja tidak ada tempat yang aman bagi warga Palestina di Gaza.”

Menurut kantor tersebut, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa lebih dari 1.100 warga Palestina telah tewas akibat serangan pasukan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.

PBB telah memverifikasi secara independen kematian 685 warga Palestina hingga pertengahan April 2026, termasuk 283 perempuan dan anak-anak, sementara verifikasi terhadap kasus-kasus tambahan masih terus dilakukan.

Antara 13 Juli dan 20 Juli saja, kantor tersebut mencatat setidaknya 57 warga Palestina syahid, termasuk enam anak-anak dan delapan perempuan.

Al-Kheetan mencatat bahwa 34 orang yang tewas tersebut meninggal di luar “garis kuning” yang ditetapkan sendiri oleh Israel, yaitu zona penyangga yang dibentuk setelah gencatan senjata.

“Tewasnya warga sipil dalam serangan-serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan terus terjadinya pelanggaran hukum humaniter internasional, kejahatan perang, dan kemungkinan kejahatan keji lainnya di Gaza,” ujarnya, yang dikutip pada Rabu (22/7/2026).

PBB mendesak negara-negara pihak ketiga untuk mengambil tindakan segera guna memastikan kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata, menghentikan pelanggaran yang sedang berlangsung, serta menjamin akuntabilitas dan keadilan.

Pada tanggal 16 Juli, para aktivis meluncurkan kampanye digital dengan tagar “They Lied to You” (Mereka Membohongi Anda) untuk mengalihkan kembali perhatian dunia pada genosida yang terus dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza, serta menantang anggapan bahwa kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025 telah mengakhiri serangan militer Israel di wilayah yang terkepung tersebut.

“Mereka mengelabui Anda dengan mengatakan bahwa perang telah usai… perang tidak berakhir; perang hanya berakhir di layar Anda. Kenyataannya, warga Gaza terus dibunuh dan mengungsi, sementara rumah-rumah mereka dihancurkan,” ujar Hani Aburezeq, seorang jurnalis asal Gaza, dalam sebuah video yang diunggah di Instagram.

Kantor media pemerintah Gaza menyatakan pada hari Minggu bahwa Israel telah melakukan 3.795 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sejak bulan Oktober.

Israel telah menewaskan sedikitnya 1.168 warga Palestina di Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada bulan Oktober.

Di dunia maya, para pengguna media sosial membagikan rekaman kehancuran di Gaza, turut menyuarakan jeritan warga Gaza bahwa kehancuran telah melanda wilayah tersebut. (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *