
JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Hal ini diwujudkan melalui penyerahan tiga unit alat tenun mendong modern kepada perajin Kampung Karanglaya, Desa Kamulyan, Kabupaten Tasikmalaya, sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
General Manager TJSL & ESG APN, Mochammad Gatut Mukti Wirawan, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan investasi strategis bagi penguatan industri kerakyatan. “Bukan pada jumlah alatnya, tetapi bagaimana bantuan ini mampu menumbuhkan industri baru yang dikelola masyarakat dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi publiknasional, Selasa (18/11/2025).
APN mendorong transformasi mendong dari produk tikar tradisional menjadi kerajinan bernilai tambah tinggi, seperti tas, topi, dan produk rumah tangga kreatif. Dengan potensi hulu–hilir yang lengkap, Kamulyan diyakini mampu berkembang sebagai pusat ekonomi berbasis budaya sekaligus destinasi wisata edukasi mendong.
Koordinator UMKM Mendong, Nana Mulyana, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa tantangan utama perajin saat ini terletak pada pemasaran dan kapasitas produksi.
Kehadiran alat tenun modern diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan kualitas dan daya saing produk.
Kegiatan kunjungan juga diisi dengan diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat terkait penataan tata kelola desa wisata, mekanisme kunjungan edukasi, serta rencana penguatan infrastruktur.
Kepala Desa Kamulyan, Jajang Kasmaran, memberikan apresiasi atas kolaborasi APN. Ia optimistis sinergi ini akan memberikan manfaat merata bagi perajin, memperkuat mata pencaharian masyarakat, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya. (Red)
- Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan - October 18, 2026
- Fajar/Fikri Juara Denmark Open Setelah Tekuk Ganda Malaysia - October 18, 2026
- Sesalkan Penundaan Wajib Halal, MUI Imbau Umat Islam Hindari Produk tanpa Label Halal - October 17, 2026

