
ANKARA – Turkiye siap bertanggung jawab atas stabilitas di Jalur Gaza, Palestina.
Hal itu dikrmukakan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin (5/1/2026).
“Keinginan politik kami jelas; kami siap memikul tanggung jawab apa pun untuk perdamaian yang abadi di Gaza,” kata Erdogan seperti dikutip kantor berita Bloomberg.
Sebelumnya pada pertengahan November, Dewan Keamanan (DK) PBB menyetujui resolusi yang diusulkan AS, yang mendukung rencana komprehensif Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Gaza.
Sebanyak 13 dari 15 anggota dewan memberikan suara mendukung, sementara Rusia dan China memilih abstain.
Rencana Trump tentang Gaza menyerukan tata kelola internasional sementara atas wilayah kantong Palestina dan pembentukan “dewan perdamaian” yang diketuai oleh dirinya.
Rencana itu juga memberikan mandat untuk pasukan stabilisasi internasional yang akan dikerahkan melalui koordinasi antara Israel dan Mesir.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan implementasi lebih lanjut rencana perdamaian Trump untuk Gaza dipertanyakan, mengingat pernyataan dari pihak Israel dan kelompok perjuangan Palestina, Hamas, tentang pelanggaran terhadap ketentuan inisiatif tersebut. (Red)
Sumber: Antara, Sputnik/RIA Novosti
- Israel Serbu Armada Global Sumud di Perairan Internasional - April 30, 2026
- Hari Ke-10 Operasional Haji 1447 H: 54.604 Jemaah Diberangkatkan - April 30, 2026
- Kapal-Kapal AS akan Terbakar dengan Senjata Canggih Baru Iran - April 29, 2026
