JAKARTA – Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus- menerus dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan deflasi merupakan kebalikan dari inflasi, yakni penurunan harga barang secara umum dan terus-menerus.

Saat ini kemungkinan yang akan terjadi yaitu inflasi. Hal ini bisa saja dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak belakangan ini.

Dengan adanya inflasi diprediksi akan bertambah orang miskin. Bahkan akan membuat orang yang miskin semakin miskin.

Hal itu sebagaimana diingatkan oleh Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. “Penting untuk berpikir bahwa dampak majemuk dari berbagai krisis ini sudah menguji kesabaran dan ketahanan orang-orang. Dan, jika tidak mengambil tindakan untuk mendukung yang paling rentan, akan ada konsekuensinya,” katanya sebagaimana dikutip dari edition.cnn.com, Kamis (22/9/2022).

Ia mengatakan, kenaikan inflasi memang bukan hanya berdampak pada orang miskin, tetapi juga menengah ke atas. Akan tetapi, dampak inflasi atau kenaikan harga pangan dan energi akan sangat berat bagi masyarakat rentan.

“Jika kita tidak menurunkan inflasi, ini akan merugikan yang paling rentan, karena kenaikan harga pangan dan energi bagi mereka yang lebih mampu adalah ketidaknyamanan. Sementara bagi orang miskin, tragedi. Jadi kami memikirkan orang miskin terlebih dahulu ketika kami menganjurkan menekan inflasi secara paksa,” lanjutnya. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published.