
TEHERAN – Iran mengancam akan membalas negara mana pun yang bergabung dalam “perang ekonomi” Amerika Serikat terhadapnya. Peringatan dari pejabat tinggi keamanan Iran pada hari Sabtu itu disampaikan di tengah rencana AS untuk mengumumkan sanksi baru yang dapat semakin menekan perekonomian Teheran.
Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan kepada lembaga penyiaran negara IRIB bahwa Iran mengimbau semua negara di dunia, termasuk negara-negara tetangganya, untuk tidak bergabung dalam “perang ekonomi” yang dilancarkan AS.
“Negara mana pun yang turut serta menjatuhkan pembatasan ekonomi terhadap kami akan dianggap sebagai musuh,” ujarnya dilansir Aljazirah sebagaimana dikutip pada Minggu (23/8/2026). Bahkan, ia memperingatkan akan adanya tindakan balasan yang dampaknya sangat dahsyat.
Rezaei memaparkan strategi Iran sebagai rangkaian tiga tahap yang dimulai dengan upaya perundingan untuk meredakan ketegangan.
“Tentu saja, kami akan bernegosiasi dengan mereka terlebih dahulu. Kami akan mengadakan pembicaraan dan meminta mereka untuk mengambil jarak serta memisahkan diri dari Amerika Serikat. Namun, jika mereka tidak bertindak, kami akan melancarkan serangan. Kami akan menyasar kepentingan negara tersebut,” tegasnya.
Pernyataan Rezaei ini disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan melancarkan “operasi ekonomi paling melumpuhkan” sejauh ini terhadap Iran. Trump juga menjanjikan “konsekuensi ekonomi yang sangat berat” bagi negara manapun yang memberikan “jalur penyelamat dalam bentuk apapun” kepada Iran. (Red)
- Yavianda Maulana Rifky Persembahkan Emas Pertama bagi Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 - October 19, 2026
- 10 Kampus Swasta dengan Jumlah Profesor Terbanyak - October 19, 2026
- Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan - October 18, 2026
