
FUJAIRAH – Kantor Media Fujairah dikutip Al Jazeera menyatakan bahwa sebuah “kebakaran besar terjadi” di lokasi industri petroleum di Uni Emirat Arab (UAE).
Menurut keterangan resmi, kebakaran terjadi usai serangan drone dari Iran.
Sebelumnya, Kantor Berita Tasnim pada Selasa (21/4/2026) pernah melaporkan bahwa Iran menimbang sebuah serangan terkoordinasi menargetkan infrastruktur energi global penting, sebuah skenario yang jika benar terjadi bisa mendisrupsi hingga 32 persen suplai minyak global.
Menurut laporan itu, target serangan termasuk jaringan pipa Yanbu di Arab Saudi, fasilitas penyulingan minyak Fujairah di Uni Emirat Arab, dan juga Selat Bab al-Mandab yang bisa ditutup oleh kelompok miltan Houthi.
Tiga target itu diyakini sebagai infrastruktur vital sistem energi global. Selat Bab al-Mandeb sendiri adalah perlintasan bagi sekitar 6 juta barel minyak per harinya, sementara Fujairah adalah salah satu infrastruktur penghubung bisnis minyak dunia.
Adapun jaringan pipa Yanbu, disebut sebagai arteri yang menhubungkan ladang-ladang minyak di Arab Saudi dengan Laut Merah. Meski demikian, laporan Tasnim belum terkonfirmasi oleh otoritas Iran atau sumber independen lainnya.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (4/5/2026) merilis peta baru Selat Hormuz dalam kontrol penuh mereka. Perilisan peta ini beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan inisiatif pengawalan kapal-kapal melintas Selat Hormuz bernama Project Freedom.
Dilaporkan media setempat dilansir Telegraph, Selat Hormuz dalam peta baru dimulai di sebelah barat dengan garis yang membentang dari ujung paling barat Pulau Qeshm di Iran hingga Umm al Quwain di Uni Emirat Arab. Di sebelah timur, wilayah ini berhenti pada garis yang membentang dari Gunung Mobarak di Iran hingga Emirat Fujairah di Uni Emirat Arab.
Belum jelas alasan mengapa IRGC mengubah area kontrol di Selat Hormuz lewat peta baru. Sementara, Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS akan memulai membebaskan kapal-kapal yang selama ini terdampar di kawasan Teluk Persia akibat ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran sejak perang pecah pada akhir Februari 2026. (Red)
- Sebanyak 26 Siswa MAN IC Serpong Peroleh LoA PT Luar Negeri - May 4, 2026
- Iran Serang Uni Emirat Arab - May 4, 2026
- Timnas Indonesia Berada di Pot 4 Drawing Piala Asia 2027 - May 4, 2026
