ISTANBUL – Sedikitnya 17 orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan.

Demikian menurut Lebanon News Agency (NNA), sebagaimana dikutip dari Anadolu, Kamis (9/4/2026).

Disebutkan, serangan Israel di kota Zrariyeh menewaskan lebih dari 10 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, setelah menargetkan bangunan tempat tinggal.

Sebelumnya, dalam insiden terpisah, serangan udara Israel di kota Abbassiyeh menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lainnya, dan angka tersebut masih bersifat sementara.

NNA juga melaporkan bahwa jet-jet tempur Israel melakukan serangan udara di beberapa kota, termasuk Kafra, Jmaijmeh, Safad al-Battikh, Majdal Selm, Deir Antar, serta daerah sekitar jembatan Qasmiyeh.

Serangan tersebut dilakukan bersamaan dengan penembakan artileri yang menargetkan kota Haris.

254 Orang Tewas dan 1.165 Luka

Sehari sebelumnya, pada Rabu (8/4) sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka akibat serangan Israel di seluruh Lebanon, termasuk Beirut, menurut Pertahanan Sipil Lebanon.

Serangan itu terjadi setelah gencatan senjata AS-Iran diumumkan pada Rabu.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan jumlah korban tewas sejak 2 Maret bertambah menjadi 1.739 orang dan korban luka-luka mencapai 5.873 orang.

Serangan itu menghantam beberapa wilayah di Beirut dan sekitarnya, hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Militer Israel menyatakan serangan ini merupakan operasi terkoordinasi terbesar sejak mereka memulai kampanye militer baru di Lebanon pada 2 Maret.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menyatakan serangan itu menargetkan infrastruktur Hizbullah.

“Militer Israel melakukan serangan mendadak terhadap ratusan teroris Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Lebanon. Ini adalah pukulan terbesar yang diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers,” ujar Katz, yang dikutip dari Al Jazeera.

Namun, militer menekankan sebagian besar sasaran berada di area pemukiman sipil dan telah diambil langkah-langkah untuk meminimalkan korban di kalangan warga yang tidak terlibat.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine memperingatkan negaranya kini menghadapi eskalasi serius setelah sekitar 100 serangan udara dilakukan Israel.

“Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon,” kata Nassereddine kepada Al Jazeera.

Hezbollah mengecam serangan itu dan menuding Israel menargetkan “wilayah sipil di pinggiran selatan Beirut, ibu kota, Sidon, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa.”

Sementara itu, Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menyebut serangan itu sebagai “kejahatan perang sepenuhnya”. (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *