GAZA – Seorang siswa sekolah menengah tewas dan beberapa warga sipil lainnya terluka pada Senin (22/6/2026), ketika pesawat tempur Israel menargetkan kendaraan sipil di pusat Kota Gaza. Serangan terkini itu menandai eskalasi serangan Israel ke Jalur Gaza.

Koresponden WAFA, mengutip sumber medis, melaporkan bahwa siswa sekolah menengah Raghad Ashour tewas dan lainnya menderita berbagai luka dalam serangan udara Israel di lingkungan Rimal di barat Kota Gaza.

Aljazirah melaporkan bahwa Ashour sedang dalam perjalanan ke pusat Kota Gaza tempat siswa mengikuti  ujian umum mereka. Dia syahud seketika dalam serangan Israel.

Senin pagi itu relatif sepi, orang-orang bergerak di jalan-jalan Rimal, kawasan komersial di pusat Kota Gaza, mencoba melakukan rutinitas sehari-hari.

Namun ketenangan itu hancur saat rudal ditembakkan oleh drone Israel. Mereka terlihat dan terdengar datang dari bagian timur Kota Gaza. Setelah dengungan mekanis, suara deru misil terdengar di jalan beberapa detik kemudian, menargetkan dua kendaraan.

Saksi mata menggambarkan 15 detik antara serangan pertama, kedua, dan ketiga. Banyak bangunan tempat tinggal dan pertokoan di daerah tersebut hancur.

Ada sejumlah korban jiwa. Sumber-sumber medis menggambarkan banyak dari korban luka dalam kondisi kritis, dan sebagian besar korban terkena pecahan peluru.

Sebelumnya, jluru kamera Palestina Ahmad Washah gugur pada Sabtu dalam serangan pesawat tak berawak Israel yang menargetkan sebuah rumah di kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah, menurut kantor berita Anadolu.

Seorang warga Palestina lainnya syahid dan orang ketiga terluka dalam serangan yang sama. Aljazirah mengkonfirmasi kematian Washah, sehingga jumlah jurnalis dan stafnya yang terbunuh di Gaza sejak Oktober 2023 menjadi 12 orang.

Washah adalah saudara laki-laki Mohammed Washah, yang syahid dalam serangan udara Israel yang menargetkan kendaraannya di jalan pesisir Al-Rashid Kota Gaza pada April.

Di Kota Gaza, empat anggota keluarga yang sama terbunuh pada Sabtu pagi, ketika sebuah pesawat tak berawak Israel menargetkan rumah mereka di dekat Persimpangan Al-Tayaran. Para korban termasuk seorang pria, istrinya, dan dua putri mereka, menurut Anadolu.

Selain itu, seorang lansia Palestina syahid akibat tembakan angkatan laut Israel yang menghantam tenda-tenda yang menampung warga sipil yang terlantar di daerah Al-Amadi sebelah barat Kota Gaza.

Seorang warga Palestina lainnya tewas dan seorang wanita terluka dalam serangan pesawat tak berawak di dekat bundaran Al-Saftawi di utara Kota Gaza.

Lima warga Palestina lainnya terluka ketika pesawat tak berawak Israel menargetkan pertemuan sipil di lingkungan Sheikh Radwan.

Di Beit Lahia, seorang wanita Palestina syahid terkena tembakan Israel. Di Khan Yunis, seorang warga Palestina tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan pesawat tak berawak yang menargetkan pertemuan di sebelah barat kota.

Dua anak laki-laki Palestina juga terluka oleh tembakan tentara Israel di timur Khan Younis dekat bundaran Abu Hamid.

Jumlah warga Palestina yang syahid sejak dimulainya gencatan senjata pada 11 Oktober tahun lalu meningkat menjadi 1.021 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 3.249 orang. Sebanyak 784 jenazah telah ditemukan pada periode yang sama.

Ribuan korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan raya, karena ambulans dan tim penyelamat sejauh ini belum dapat menjangkau mereka. (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *