JAKARTA – Pelaksana Tugas Harian Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Yukki Nugrahawan Hanafi menegaskan bahwa Kadin sebagai organisasi usaha berada pada posisi netral pada Pilpres 2024 meski sejumlah pentolannya menjadi tim sukses (timses) capres.

“Saya sebetulnya sudah pernah sampaikan mengenai hal ini. Posisi Kadin Indonesia netral,” kata Yukki dalam konferensi pers Rapimnas Kadin 2023 di Swissotel PIK, Jakarta Utara, Kamis (7/12/2023).

Penegasan itu untuk menanggapi keterlibatan Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid yang terpilih menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Lalu, Ketum Kadin periode 2015-2020 Rosan Roeslani, yang ditunjuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Yukki menyebut Arsjad bahkan secara khusus menarik diri sementara dari keorganisasian dengan cuti hingga Pilpres 2024, meski tidak diwajibkan dalam AD/ART Kadin.

“Bahkan secara AD/ART, sebetulnya ketua umum kami tidak perlu cuti. Tapi sehubungan dengan ketua umum ingin menjaga netralitas daripada Kadin, istilah kami mengambil posisi berhalangan sementara,” ucap dia lebih lanjut.

Menurutnya, pemilihan presiden merupakan pesta demokrasi yang seharusnya bersifat pribadi untuk masing-masing orang. Yukki menekankan, sesuai Pasal 5 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987, Kadin tidak boleh dibawa masuk ke dalam konteks politik praktis.

“Jadi jelas ya, tidak membawa Kadin dalam politik praktis. Politik Kadin yang kita perjuangkan adalah politik kesejahteraan. Politik Kadin yang kita perjuangkan adalah politik ekonomi. Itu yang kita akan usung,” tegas dia.

“Kita ingin tetap damai, kita ingin tetap ekonomi itu tumbuh, karena kita punya pekerjaan besar mencapai apa yang kita sebut dengan Indonesia Emas 2045. Intinya di situ,” lanjut Yukki. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *