JAKARTA – Mimbar bebas akademik kampus seharusnya mampu memberikan ruang kepada saiapapun untuk menyampaikan ide, konsep, maupun gagasannya. Seyogianya, aktivitas akademik melalui mimbar bebas tidak perlu dilarang apalagi sampai dikebiri. Sebab, kampus yang tadinya tempat beradu pikiran dan gagasan, justru menjadi tempat yang menyeramkan sekaligus menakutkan.

Diberitakan sebelumnya capres Anies Baswedan batal hadir sebagai pembicara di Indonesia Future Stadium Generale di Auditorium Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (17/11/2023). Batal hadirnya Anies diisukan karena ada intervensi dari pihak Rektorat UGM. 

Namun pihak UGM membantah hal tersebut. Koordinator bidang Hubungan Masyarakat Sekretariat UGM Dina Kariodimedjo mengatakan kegiatan tersebut bukanlah acara UGM.”Acara tersebut bukan acara UGM dan MM hanya dipinjam tempatnya,” katanya.

Sempat beredar tangkapan layar dalam sebuah akun X @UGM_FESS berisi percakapan antara panitia dengan pihak yang diduga rektorat. Isi pesan tersebut menyatakan pihak rektorat akan membatalkan seminar tersebut jika dihadiri Anies.

“Mas.. benar ini Anies Baswedan akan datang.. jika datang sesuai anjuran perintah dari Rektor UGM. Terpaksa Seminar harus dibatalkan,” bunyi pesan dalam percakapan tersebut. 

Dalam percakapan tersebut juga disebutkan orang yang diduga pihak rektorat tersebut bernama Wija. Pihak yang disebut-sebut rektorat tersebut kembali menegaskan kepada panitia untuk memastikan hadir tidaknya Anies dalam acara terssbut. Dirinya juga menyebut juga sudah dihubungi Polda DIY terkait rencana kehadiran Anies di acara tersebut.

“Ya dipastikan Anies datang tidak, jika datang terpaksa Seminar dibatalkan karena kami sudah dihubungi dari Polda DIY juga,” bunyi percakapan tersebut.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai dunia kampus sebaiknya memberikan kesempatan bagi calon presiden maupun calon wakil presiden menyampaikan ide ataupun gagasannya terkait persoalan isu-isu besar di Indonesia. Ujang menyampaikan, hal ini agar masyarakat mengetahui gagasan tiap-tiap kandidat.

“Mestinya saya melihat ya, tidak boleh dihalang-halangi, biarkan saja apa namanya Anies menyampaikan ide dan gagasan terkait dengan tadi pada kolaborasi tadi. Mestinya kampus menjadi mimbar kebebasan akademik yang harus dijaga yang mestinya mengizinkan Anies,” ujar Ujang dalam keterangannya, Minggu (19/11/2023). (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *