NEW YORK – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengatakan pasukan Israel telah membunuh hampir 1.000 warga Palestina sejak gencatan senjata di Jalur Gaza diumumkan pada Oktober lalu. Menurutnya, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.

Dalam pidato sesi ke-62 Dewan HAM, Türk mengatakan otoritas Israel mendorong warga Palestina ke wilayah yang semakin sempit dan membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan. Ia menambahkan bahwa di Tepi Barat, pasukan dan pemukim Israel mempercepat penghancuran komunitas dan pencaplokan wilayah.

Turk juga mengungkapkan bahwa hingga kini pasukan Zionis telah membunuh 57 orang, melukai hampir 1.300 orang, menangkap ratusan orang, serta mengeluarkan 23 perintah penyitaan tanah.

Türk mengatakan, “Sejumlah pejabat senior Israel terang-terangan berbicara soal pengusiran seluruh warga Palestina dari Gaza, dan penghapusan kemungkinan berdirinya negara Palestina yang layak. Semua ini sepenuhnya ilegal.”

Pada Ahad (14/6/2026) malam, para pemukim Israel menghanguskan sebuah kendaraan dan berupaya membakar sebuah masjid di Desa Burqa di sebelah timur Ramallah. Koresponden WAFA melaporkan sekelompok pemukim menyerang desa dan membakar sebuah kendaraan yang diparkir di dekat Masjid Al-Nour sehingga menyebabkan kerusakan.

Menurut Kepala Dewan Desa Burqa, para pemukim mendobrak pintu masjid. Mereka juga membakar pintu masuk dan mencoba membakar masjid tersebut.

Namun, warga setempat berhasil memadamkan api sebelum menyebar ke dalam masjid, sementara para pelaku kabur meninggalkan lokasi. Serangan itu terjadi tak lama setelah serangan lain yang juga dilakukan pemukim terjadi di Kota Deir Dibwan di sebelah timur Ramallah, yang mengakibatkan dua kendaraan terbakar dan dua lainnya rusak.

Tindakan Zionis itu merupakan bagian dari serangkaian serangan intens yang menargetkan penduduk Palestina beserta harta benda mereka di daerah tersebut. (Red)

Sumber: Antara, WAFA

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *