GAZA, PALESTINA – Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qudra mengatakan, 350 warga Palestina telah terbunuh dan 900 lainnya terluka dalam periode 24 jam. Ia mengatakan jumlah korban yang gugur akibat pengeboman Israel meningkat menjadi 17.177 orang dan jumlah korban luka mencapai 46.000 orang sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober.

Al-Qudra menambahkan, pendudukan sengaja menargetkan ambulans dan tim perlindungan sipil.  “Kami menghadapi kesulitan dalam menghitung korban tewas dan korban luka karena penembakan yang terus menerus dan terputusnya komunikasi,” ujarnya dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (9/12/2023).

Al-Qudra menegaskan bahwa kurang dari satu persen dari total korban agresi telah meninggalkan perbatasan Rafah untuk berobat ke luar negeri. Sementara tingkat hunian di rumah sakit Gaza telah mencapai 206 persen. Al-Qudra mengatakan, penghentian layanan kesehatan di Gaza utara akan menimbulkan konsekuensi berbahaya dan bencana bagi mereka yang terluka.

“Kami mengalami tantangan besar dalam menjalankan Kompleks Al-Shifa dan memerlukan dukungan organisasi internasional.  Rumah Sakit Baptist telah kehilangan kapasitasnya dan tidak dapat menawarkan layanan kesehatan.  Selain itu, penjajah sengaja menyerang ambulans dan tim perlindungan sipil,” ujar Al-Qudra. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *