JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan semua orang di Indonesia memiliki gen diabetes dalam tubuhnya. Ia mengatakan berdasarkan penelitian, gen diabetes tersebut muncul karena diturunkan oleh generasi pendahulu.

“Diabetes itu bisa diturunkan, dan penelitian yang kita lakukan di Indonesia, tidak ada orang di Indonesia yang tidak punya gen diabetes,” ungkapnya dalam podcast Kementerian Kesehatan, Sabtu (2/9/2023).

Lebih lanjut, Prof Dante menuturkan seiring dengan berjalannya waktu, ‘spider web of genome’ dari gen diabetes tersebut akan semakin rapat. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes.

“Almarhum ibu saya diabetes, kemudian almarhum bapaknya istri saya diabetes. Maka anak saya mempunya risiko diabetes yang berasal dari root saya dan root ibunya. Jadi semakin lama, spider web of genomenya akan semakin rapat. Jadi kemungkinan diabetes itu makin meningkat,” paparnya.

Apa Hanya Dipicu Genetik Saja?

Prof Dante menjelaskan meski faktor genetik bisa meningkatkan risiko diabetes, penyakit tersebut juga bisa muncul ketika seseorang tidak melakoni gaya hidup sehat.

“Diabetes itu dibentuk oleh genetik dan lifestyle. Yang genetik tadi nggak bisa dihindari, yang lifestyle itu bisa dihindari. Apa lifestylenya? Ukurannya bukan dari apa-apa, dari soal obesity,” ucapnya.

Ia menerangkan saat seseorang mengalami obesitas, maka dalam tubuhnya akan muncul resistance yang membuat hormon insulin tidak bisa bekerja dengan baik.

“Semakin obese orang, semakin tinggi insulin resistance-nya. Semakin insulin tidak bisa bekerja, padahal insulin itu diperlukan untuk membuka pintu masuk ke dalam sel. Kalau kuncinya rusak, insulinnya itu sedikit, pintu gulanya nggak bisa kebuka, selnya nggak bisa dapat makanan,” ungkapnya dilansir dari detik.com.

“Kalau selnya nggak dapat makanan, selnya rusak. Kalau otot jantungnya nggak dapat makanan, otot jantungnya rusak, jadi sakit jantung. Kalau sel-sel di ginjalnya nggak dapat makanan, ginjalnya rusak, akhirnya cuci darah dan seterusnya,” pungkasnya. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *