
JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat kenaikan jumlah korban meninggal dalam banjir Sumatera pada Senin (8/12./2025).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii melaporkan perkembangan jumlah korban itu dalam rapat kerja bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat.
Syafii menuturkan bahwa korban jiwa akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 974 orang. “Update pukul 08.00 tadi pagi, bahwa jumlah korban yang dinyatakan meninggal tota ada 974 jiwa,” kata Syafii di Kompleks DPR, Jakarta.
Adapun korban yang masih dalam pencarian sebanyak 298 orang. Kemudian jumlah korban yang telah dievakuasi menurut Basarnas yaitu 10.957 orang serta korban selamat sebanyak 9.983 orang.
Syafii berujar, data yang dilaporkan oleh Basarnas memiliki selisih dengan data yang dimiliki oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Namun, ia optimistis data-data mengenai korban bencana itu pada akhirnya akan memiliki akumulasi yang sama.
“Untuk jumlah (korban) meninggal dunia saat ini dengan 974 (orang) juga masih ada selisih dengan data yang dikeluarkan oleh BNPB. Namun, kami yakinkan data ini nantinya akan sama,” ujarnya.
Menurut Syafii, BNPB mengumpulkan data korban jiwa dari berbagai sumber data. Sementara Basarnas menghimpun data dari laporan Search and Rescue (SAR) Mission Coordinator yang ada di Aceh, Medan, Nias hingga Padang.
Berdasarkan geoportal data penanganan darurat banjir dan longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara,dan Sumatera Barat yang ditayangkan BNPB, jumlah korban jiwa mencapai 961 orang pada Senin sore. Korban meninggal di Aceh mencapai 389 jiwa. Kemudian, Sumatera Barat mencapai 234 jiwa, dan 338 di Sumatera Utara. (Red)
- Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Sebanyak 15 Orang - April 28, 2026
- Hari ke-8 Operasional Haji 1447 H: 40.796 Jemaah Diberangkatkan - April 28, 2026
- 10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026 - April 28, 2026

