
JAKARTA – Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, namun mengapa angka kejahatan termasuk korupsi masih tinggi?
Pertanyaan yang menggelayut di benak publik ini berusaha dijawab Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Menurutnya, salah satu faktor yang jadi penyebab adalah keimanan yang dangkal.
Sebagai Guru Besar Sosiologi Agama, Dadang melihat, keimanan muslim di Indonesia baru sebatas lisan, tidak sampai masuk pada keyakinan di hati yang mendalam, dan belum juga diimplementasikan dalam perbuatan.
Bahkan orang-orang yang berada dalam institusi keagamaan, yang harusnya salih hati, ucapan, dan tindakannya pun banyak yang tersandung dalam kejahatan-kejahatan, termasuk korupsi.
Luasnya ilmu keagamaan yang dimiliki, imbuh Dadang, tidak meresap sampai pada kepribadian. Oleh karena itu, Dadang meminta supaya ilmu yang dipelajari selain meluas juga mendalam, dan menginternalisasi.
“Yaitu iman ngambang namanya. Iman pasif, iman yang tidak merefleksi pada kehidupan kita,” kata Dadang Kahmad dilansir dari muhammadiyah.or.id, Selasa (20/1/2026).
Meminjam istilah yang dikemukakan Buya Hamka, Dadang menyebut, alih-alih beriman seorang muslim kebanyakan baru sampai pada tahap berislam. Jika demikian, orang Islam memang banyak tapi yang beriman masih sedikit.
Selain masalah iman yang dangkal, penyebab lain tingginya perilaku jahat juga disebabkan rendahnya tauhid di setiap dada umat Islam di Indonesia. Masih banyak yang menomorduakan Allah SWT.
Oleh karena itu, Muhammadiyah komitmen sejak awal berdiri sampai sekarang untuk menguatkan tauhid bangsa Indonesia. Masih terlalu banyak hal yang ditakuti oleh muslim Indonesia daripada Allah SWT.
Melalui penguatan tauhid, diharapkan menghidupkan kembali jiwa-jiwa muraqabah yaitu kesadaran spiritual muslim yang selalu merasa dalam pengawasan Allah SWT. Sehingga selalu ingin taat dan berbuat baik. (Red)
- Kapal-Kapal AS akan Terbakar dengan Senjata Canggih Baru Iran - April 29, 2026
- Hari ke-9 Operasional Haji, Sebanyak 47.834 Jemaah Diberangkatkan - April 29, 2026
- Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Sebanyak 15 Orang - April 28, 2026

