TEHERAN – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (13/4/2026) memperingatkan “tidak ada pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Oman yang akan aman” setelah Amerika Serikat (AS) memberlakukan blokade lalu lintas kapal ke dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

“Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman harus berlaku “bagi semua pihak atau tidak sama sekali,” kata IRGC dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB.

Angkatan bersenjata Iran, menurut pernyataan itu, menganggap pembelaan hak hukum negara sebagai kewajiban sah, termasuk pelaksanaan kedaulatan atas perairan teritorial.

“Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh” akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain dapat melintas sesuai peraturan yang ditetapkan Iran.

IRGC juga menyatakan Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan Selat Hormuz, bahkan setelah perang.

“Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pergerakan maritim di perairan internasional adalah ilegal dan setara dengan pembajakan,” sebut pernyataan itu.

Sebelumnya, AS menyatakan akan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran mulai Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB). Langkah itu diambil setelah pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu berakhir tanpa kesepakatan.

Negosiasi di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan dari kedua belah pihak. Pembicaraan itu dilakukan di tengah gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan mulai Selasa (7/4/2026).

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pun telah bersumpah akan memblokade akses semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran” mulai Senin pukul 14.00 GMT atau pukul 21.00 WIB.

“Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April, pukul 10.00 pagi ET (14.00 GMT), sesuai dengan proklamasi Presiden (Donald Trump),” kata komando tersebut dalam sebuah pernyataan.

CENTCOM menegaskan bahwa blokade tersebut akan diberlakukan secara menyeluruh terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan rute pelabuhan non-Iran,” demikian pernyataan CENTCOM. (Red)

Sumber: Antara, Anadolu

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *