TEHERAN – Iran menetapkan tenggat selama satu bulan untuk negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) agar mencapai kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade maritim, serta menghentikan perang di Iran dan Lebanon untuk selamanya.

Demikian menurut laporan Axios, sebagaimana dikutip pada Minggu (3/5/2026). Iran telah menyampaikan proposal berisi 14 poin yang direvisi kepada AS pada Kamis (30/4/2026).

Dua sumber yang mendapat informasi terkait dokumen tersebut mengatakan proposal dari Iran menetapkan lini masa ketat selama sebulan untuk mencapai kesepakatan, yang mencakup akses maritim, pengakhiran blokade laut, dan gencatan senjata berkelanjutan.

Proposal itu memproyeksikan tahap pembicaraan selanjutnya akan berlangsung hanya jika kesepakatan awal telah tercapai. Fokus negosiasi kemudian bisa dilanjutkan pada isu program nuklir untuk tambahan satu bulan ke depan, menurut sumber-sumber tersebut.

Meskipun sebelumnya mengaku tak puas dengan proposal Iran, Trump, menjelang penerbangannya ke Miami pada Sabtu, berjanji akan mengkajinya selama mengudara.

“Mereka telah menyampaikan kepada saya tentang konsep kesepakatannya. Mereka akan menyampaikan pernyataan persisnya saat ini,” kata Trump.

Namun, Trump kemudian bernada keras di media sosial Truth Social ketika ia menuding Iran belum membayar harga cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada kemanusiaan dan kepada dunia dalam 47 tahun terakhir.

Sementara itu, dalam pernyataan yang sama kepada awak media, Trump menyebut blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai langkah yang sangat bersahabat dan tidak bertentangan dengan klaimnya bahwa permusuhan telah berakhir.

14 poin

Iran dilaporkan telah menyerahkan usulan rencana perdamaian yang terdiri dari 14 poin, termasuk ganti rugi dan “mekanisme pelayaran baru” di Selat Hormuz demi menghentikan perang melawan AS dan Israel. Adapun, IRNA melaporkan bahwa pada 30 April usulan perdamaian dari Teheran tersebut telah diserahkan kepada Pakistan.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, AS mengusulkan gencatan senjata selama dua bulan, tetapi Iran bersikukuh agar semua isu diselesaikan dalam 30 hari supaya fokusnya menjadi mengakhiri perang secara penuh alih-alih sekadar memperpanjang gencatan senjata.

Tuntutan utama Teheran antara lain ganti rugi, jaminan agresi militer tak akan terjadi lagi, serta penarikan mundur pasukan AS dari sekeliling Iran.

Terkait Selat Hormuz, Iran mendesak agar blokade diakhiri serta mengatakan akan menetapkan “mekanisme baru” terkait lalu lintas perkapalan di sana. Iran juga menuntut pencairan semua asetnya di luar negeri serta pencabutan sanksi. (Red)

Sumber: Antara, Anadolu

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *