
TEHERAN – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan negaranya sudah memasuki perang total “skala penuh” melawan Amerika Serikat.
Pada pertemuan Dewan Yudisial Tertinggi Iran pada Senin (19/7), Pezeshkian menyatakan perang total itu dipastikan meluas ke perekonomian negaranya.
“Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh. Perang saat ini bukan hanya perang rudal; musuh telah menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat memaksa rakyat Iran untuk menyerah melalui serangan militer,” katanya, menurut kantor berita negara IRNA, yang dikutip Selasa (21/7/2026).
“Perekonomian dan mata pencaharian rakyat adalah arena konfrontasi terpenting dengan musuh,” kata Pezeshkian.
Pezeshkian sering memperingatkan tentang konsekuensi ekonomi dan sosial dari konflik dengan Amerika Serikat.
“Tidak dapat diterima bagi kita untuk hidup dalam masyarakat di mana orang-orang berjuang dengan masalah mata pencaharian, pengangguran, kemiskinan, dan kesulitan,” kata Pezeshkian.
“Jika tekanan ekonomi menimbulkan ketidakpuasan sosial dan ketidakpuasan itu menyebar, modal sosial yang sangat besar yang diciptakan oleh rakyat untuk mendukung sistem tersebut dapat rusak.”
Dalam pertemuan dengan para pemimpin media bulan lalu, Pezeshkian mengatakan bahwa menjaga persatuan dan kohesi nasional adalah prioritas utama Iran dalam keadaan saat ini.
Sejak saat itu, AS telah melanjutkan blokade pelabuhan Iran dan membom infrastruktur penting seperti jalan raya, rel kereta api, jembatan, dan terowongan.
Pengangguran di Iran memburuk sejak konflik dimulai, dan mata uangnya mencapai titik terendah baru. Pada bulan Juni, tingkat inflasi tahunan mencapai 88%, menurut data resmi. (Red)
- Kongres Umat Islam Indonesia ke-VIII akan Bahas Hukuman Mati Koruptor - July 21, 2026
- Iran Umumkan Perang Total Skala Penuh Lawan AS - July 21, 2026
- Rencana BoP Bangun Gaza Makin tidak Jelas - July 20, 2026
