JAKARTA – Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (6/11/2023).

Hal ini memperkuat tuntutan gencatan senjata di daerah kantung tersebut, di mana otoritas kesehatan Palestina mengatakan jumlah korban jiwa akibat serangan Israel telah melampaui 10.000 orang.

Baik Israel maupun kelompok Hamas yang menguasai Gaza telah menolak tekanan internasional yang semakin meningkat untuk melakukan gencatan senjata.

Seperti dilansir dari Yahoo News, Israel mengatakan sandera yang diambil Hamas dalam serangannya di Israel selatan pada 7 Oktober lalu harus dibebaskan terlebih dahulu.

Hamas mengatakan tidak akan membebaskan mereka atau menghentikan pertempuran selama Gaza masih diserang.

“Operasi darat oleh Pasukan Pertahanan Israel dan pengeboman yang terus berlanjut menghantam warga sipil, rumah sakit, kamp-kamp pengungsian, masjid, gereja, dan fasilitas-fasilitas PBB, termasuk tempat penampungan. Tidak ada yang aman,” kata Guterres.

“Pada saat yang sama, Hamas dan militan lainnya menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dan terus meluncurkan roket tanpa pandang bulu ke arah Israel,” ujarnya, seraya menyerukan pembebasan semua sandera dengan segera dan tanpa syarat.

Israel mengatakan 31 tentaranya telah terbunuh sejak mereka memulai operasi darat yang diperluas di Gaza pada tanggal 27 Oktober.

Mereka juga menegaskan bahwa Hamas bersembunyi di antara warga sipil dan di rumah sakit.

Hamas mengatakan bahwa gagasan bahwa Hamas berbasis di rumah sakit adalah narasi palsu yang harus diverifikasi oleh PBB.

Seorang wartawan Reuters di Gaza mengatakan bahwa pemboman Israel semalam melalui udara, darat, dan laut merupakan salah satu yang paling intens sejak serangan 7 Oktober yang menewaskan 1.400 orang di Israel dan menyandera lebih dari 240 sandera.

Kementerian kesehatan di daerah kantong yang dikuasai Hamas itu mengatakan setidaknya 10.022 orang di Gaza telah terbunuh, termasuk 4.104 anak-anak.

“Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak. Ratusan anak perempuan dan laki-laki dilaporkan terbunuh atau terluka setiap hari,” kata Guterres. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *