TANGERANG – Gerakan literasi sekolah semakin terus digencarkan. Berdasarkan data penelitian pemeringkatan literasi melalui Indeks Literasi Nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek RI) sebanyak 99,76 % penduduk Indonesia usia 15-24 tahun sudah melek aksara. Namun 71 % di antaranya termasuk kategori aktivitas literasi rendah.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa peserta didik Indonesia sudah mampu membaca namun masih mengalami buta huruf fungsional. Mereka mampu membaca namun tidak dapat menangkap pesan dari apa yang sudah mereka baca. Mereka masih kesulitan dalam memahami konteks wacana dengan tepat terhadap teks yang mereka baca. Selain itu juga masih kesulitan dalam menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam teks.

Membaca merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam segala macam proses pembelajaran. Melalui membacalah berbagai  ilmu pengetahuan yang dapat mengantarkan pada kesuksesan. Gerakan literasi membaca sedang digalakkan di sekolah-sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, daya nalar siswa, dan kemampuan membaca simbol-simbol.

Syaiful Hayat, guru sekolah swasta ternama di Kota Tangerang, yang juga seorang motivator, Jumat (5/8/2022), mengatakan ada beberapa teknik atau cara untuk meningkatkan literasi anak. Teknik tersebut yaitu:

  1. Membaca senyap.
  2. Siswa membaca dan siswa lain mendengarkan bersama.
  3. Guru bercerita.
  4. Siswa bercerita.
  5. Siswa menyimak video pembelajaran.

Di samping kegiatan di atas, kegiatan sederhana dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan seperti membaca, mencari kosakata dari buku bacaan dengan menulis, dan mengungkapkan atau berdiskusi. Langkah selanjutnya siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kegiatan membacanya. Adapun dampak positif dari kegiatan ini siswa antara lain akan menjadi percaya diri, memiliki perbendaharaan kata yang banyak sehingga memiliki wawasan yang luas. (yat)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published.