JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta, masyarakat dapat memilah dengan baik produk kurma yang biasa digunakan untuk berbuka puasa menyusul ramainya seruan boikot kurma buatan zionis Israel.

“Diserukan kepada masyarakat, Islam khususnya untuk berhati-hati membeli khususnya kurma,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Jakarta, Sabtu (9/3/2024).

Ia menekankan, produk kurma buatan Israel jangan dibeli karena hukumnya haram. Itu mengacu dari fatma MUI, salah satu poinnya berbicara bahwa haram hukumnya mengkonsumsi produk Israel.

Apalagi jika membeli produk Israel sama saja mendukung tindak kejahatannya, yang telah dilakukan kepada rakyat Palestina dalam beberapa bulan terakhir di Gaza.

“Harus yakin betul kurma ini produknya siapa. Kalau produknya Israel jangan,” ujar Sudarnoto.

Ia mengingatkan, pemerintah agar tidak kebobolan dan memastikan produk kurma Israel tidak beredar di pasar Tanah Air.

“Pemerintah jangan sampai ada kecolongan. Jadi harus mengecek betul produk-produk Israel, termasuk kurma Israel dan lain-lainnya,” imbuhnya.

Seruan boikot kurma Israel muncul mendekati Ramadan 2024. Biasanya menu buka puasa itu pasti mengalami peningkatakan permintaan. Karenanya pengawasan barang keluar masuk ke dalam negeri perlu diketatkan.

Produk kurma dari Israel biasanya memiliki merek seperti King Solomon, King Medjool, Medjool Plus, Jordan River, dan Bahri. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *