TEHERAN – Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei mengatakan Israel telah menelah kekalahan dan penghinaan mendalam dalam konfrontasi militer baru-baru ini. Serangan Zionis ke Iran justru membuat isolasi terhadap Israel oleh dunia internasional.

Pernyataan itu disampaikan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei dalam pesan yang dikeluarkan pada Kamis (4/6/2026) untuk memperingati Idul Adha, peringatan ke-37 wafatnya Imam Khomeini, dan peringatan dimulainya kepemimpinan almarhum Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Mojtaba mengatakan rezim Israel dan para pendukungnya, setelah mengalami kemunduran dalam konfrontasi militer, telah beralih ke upaya yang bertujuan untuk melemahkan ketahanan publik Iran. 

“Senjata utama mereka termasuk menyebarkan keraguan, ketakutan, keputusasaan, ketidakpercayaan, dan perpecahan dalam masyarakat,” katanya memperingatkan seperti dikutip dari Kantor Berita Republik Islam Iran, IRNA.

Mojtaba Khamenei menyerukan kepada rakyat Iran untuk melawan upaya-upaya ini melalui persatuan, kewaspadaan, saling percaya, dan solidaritas nasional.

Ia menekankan bahwa para pejabat juga memikul tanggung jawab penting dalam memperkuat kepercayaan publik dan mencegah tindakan yang dapat menyebabkan kekecewaan atau ketidakpuasan sosial.

Pesan tersebut, dibacakan oleh Hojatoleslam Mohammad Javad Haj Ali Akbari selama upacara di makam Imam Khomeini di Teherangur.

Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa aliran pemikiran Imam Khomeini didasarkan pada prinsip berbakti kepada Tuhan, yang merupakan kekuatan pendorong di balik Revolusi Islam dan pencapaian besar bangsa.

Ia mencatat bahwa baik Imam Khomeini maupun Ayatollah Ali Khamenei yang gugur memainkan peran penting dalam membangkitkan kemampuan rakyat Iran dalam menginspirasi partisipasi massa di momen-momen bersejarah yang penting.

“Jutaan warga Iran teguh dalam membela sistem Islam, menghormati kenangan para martir, dan mengejar cita-cita Revolusi,” ujarnya. 

Ia menyerukan kepada masyarakat dan para pejabat untuk menjaga persatuan, kewaspadaan, saling percaya, dan kohesi nasional, menekankan bahwa setiap tindakan yang menyebabkan kekecewaan publik pada akhirnya akan menguntungkan musuh-musuh Iran.

Iran sampai saat ini masih bernegosiasi dengan AS terkait upaya mengakhiri perang yang membuat kaos kawasan Timur Tengah. AS menginginkan Iran menyerahkan semua uraniumnya untuk dihancurkan. Namun Mojtaba Khamenei menolak usulan tersebut. (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *