JAKARTA – Program Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Perguruan Tinggi (PKKPT) untuk Rektor 2024 menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan reputasi perguruan tinggi menuju World Class University.

Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Abdul Haris dalam keterangan, Minggu (21/4/2024).

Ia menjelaskan, PKKPT merupakan program perdana yang diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan rektor melalui pendekatan berkelanjutan terhadap good corporate governance, pembelajaran dan penelitian. Selain itu berkontribusi pada kehidupan masyarakat, serta peningkatan berkelanjutan dalam berjejaring dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

“Peran sentral dari rektor atau pimpinan perguruan tinggi ini sangat krusial sekali,” ungkapnya.

“Rektor memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai academic leader dan entrepreneur, kedua kata kunci ini yang harus diintegrasikan kedalam diri para pimpinan perguruan tinggi,” imbuhnya.

Menurut dia, tantangan perguruan tinggi ini sangat besar sekali. Sebagai academic leader harus memberikan teladan dan memenuhi target penyelenggaraan tri darma perguruan tinggi.

Lebih jauh ia menegaskan, pimpinan perguruan tinggi harus mempunyai strategi untuk memenuhinya. Juga bagaimana penyelenggaraan mulai dari pendidikan, riset, dan juga pengabdian masyarakatnya.

“Itu semua tidak lepas dari goals yang ingin dicapai, yang pertama terkait reputasi akademik karena menjadi kata kunci tersendiri, bagaimana orang lain atau mitra kita mengenal perguruan tinggi yang kita pimpin,” jelasnya.

“Seorang rektor harus menjadi entrepreneur, harus memiliki skill dan kemampuan bagaimana berinovasi dan men-generate inovasi yang bisa menghasilkan revenue,” imbuhnya.

Tantangan ke depan, lanjut dia, semakin dinamis. Pemerintah terus mendorong agar PTN semua bertransformasi menjadi PTN BH. “Harapannya dengan PTN BH ini semuanya bisa mendapatkan otonomi dan flexibility, bagaimana terus meningkatkan kemampuannya dalam men-generate resource sebagai bentuk revenue yang goalsnya untuk melaksanakan program-program yang hasilnya tentu tergambar dalam reputasi yang akan diperoleh oleh perguruan tinggi,” ujarnya. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *