
YERUSALEM – Polisi pendudukan Israel pada Senin malam menangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi di halaman masjid di Yerusalem yang diduduki. Demikian menurut sumber setempat yang dikutip pada Selasa (17/2/2026).
Penangkapan itu terjadi di tengah meningkatnya aksi otoritas pendudukan yang menargetkan Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam.
Aksi itu mencakup pembatasan terhadap para imam masjid, penceramah, dan al-Murabitin atau mereka kerap hadir di masjid. Zionis membatasi akses masuk jamaah, serta mendorong ‘serangan’ pemukim Yahudi ke Al-Aqsa yang dikawal ketat oleh polisi Israel.
Wilayah Yerusalem yang diduduki, khususnya Kota Tua dan daerah-daerah di sekitar Masjid Al-Aqsa, mengalami eskalasi situasi keamanan akibat langkah-langkah pengamanan ketat yang diberlakukan otoritas Israel, termasuk penahanan dan pembatasan terhadap tokoh agama dan aktivis lokal.
Tepi Barat
Tidak hanya di Al-Aqsa, Yerusalem, Israel juga meningkatkan tekanannya di Tepi Barat. Pemerintah Arab Saudi mengecam keras keputusan otoritas pendudukan Israel yang mengubah lahan di Tepi Barat menjadi apa yang disebut sebagai “properti negara” yang berafiliasi dengan otoritas pendudukan.
Dalam pernyataan yang dikutip dari Saudi Gazette, Selasa (17/2/2026), Kementerian Luar Negeri Saudi menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari rencana untuk memberlakukan realitas hukum dan administratif baru di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Menurut mereka, kebijakan itu berpotensi melemahkan berbagai upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Pemerintah Saudi kembali menegaskan bahwa tidak ada kedaulatan Israel atas wilayah Palestina yang diduduki. Kerajaan juga menyatakan penolakan mutlak terhadap tindakan yang mereka nilai sebagai langkah ilegal tersebut.
Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa kebijakan Israel merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Selain itu, langkah tersebut dinilai merusak prospek solusi dua negara serta mengancam hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka dan berdaulat di perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. (Red)
Sumber: Antara
- Harga BBM per 1 Juni 2026 - May 31, 2026
- Menutup Armuzna, Kemenhaj Pastikan Mina Clear dan Siapkan Fase Kepulangan Jemaah - May 31, 2026
- Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi Webometrics dan QS WUR 2026 - May 31, 2026
