
TEHERAN – Pemimpin spiritual tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bersuara lantang. Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah, pemimpin tertinggi Iran mengatakan negara itu akan mendapatkan kompensasi dari musuh.
“Jika mereka menolak, kami akan mengambil aset mereka sejauh yang kami anggap pantas, dan jika itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan aset mereka dengan jumlah yang sama,” katanya dalam pernyataan tersebut sebagaimana dikutip Kamis (12/3/2026).
Pernyataan ini merupakan statemen pertama Mojtaba usai diangkat menggantikan sang ayah yang terbunuh dalam serangan Udara AS.
Mojtaba Khamenei juga meminta semua pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut harus segera ditutup, atau pangkalan-pangkalan tersebut akan terus diserang.
Di sisi lain, Iran menginginkan hubungan baik dengan negara-negara tetangganya. Teheran hanya menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah mereka, dan akan terus melakukannya.
Rob Geist Pinfold, seorang dosen keamanan internasional di King’s College London, mengatakan pernyataan publik pertama dari pemimpin tertinggi Iran yang baru merupakan penegasan kembali posisi Iran yang sudah mapan.
Ia mengatakan kepada Aljazirah bahwa pesan tersebut sama dengan pengulangan garis standar Iran.
Pesan utamanya adalah bahwa mereka tidak memiliki konflik dengan negara-negara GCC. Namun Iran tetap menyerang pangkalan AS di negara-negara tersebut. Iran tak akan mundur dan meminta Selat Hormuz tetap tertutup. Pangkalan AS di wilayah tersebut juga harus ditutup.
Ia mengatakan bahwa alih-alih apa yang mungkin diharapkan oleh pemerintahan Trump – semacam perubahan retorika dari pemimpin tertinggi yang baru – apa yang sebenarnya didengar di sini adalah hal yang sama. (Red)
- Harga BBM per 1 Juni 2026 - May 31, 2026
- Menutup Armuzna, Kemenhaj Pastikan Mina Clear dan Siapkan Fase Kepulangan Jemaah - May 31, 2026
- Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi Webometrics dan QS WUR 2026 - May 31, 2026
