
NEW YORK – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza “di luar imajinasi” atau sangat parah di luar batas kemanusiaan saat blokade total Israel terhadap wilayah kantong tersebut yang terkepung itu memasuki pekan kesembilan.
Melalui sebuah pernyataan yang diunggah di akun X miliknya, UNRWA menekankan pentingnya aksi internasional segera agar bencana tersebut tidak meningkat ke “level yang tidak dapat terlihat”.
UNRWA kembali menyerukan gencatan senjata segera, menyoroti dampak mengerikan dari agresi Israel yang masih berlangsung hingga kini dan penutupan penyeberangan ke Gaza yang terus dilakukan oleh pasukan negara Zionis itu.
Sebelumnya, Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini pada Jumat (2/5) memperingatkan bahwa blokade Israel “secara diam-diam telah membunuh” lebih banyak anak-anak dan perempuan setiap hari, selain mereka yang terbunuh langsung akibat serangan militer.
Sejak 2 Maret Israel telah menutup penyeberangan Gaza untuk pasokan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan penting lainnya, yang menyebabkan apa yang digambarkan kelompok-kelompok kemanusiaan sebagai kemerosotan kilat dan berbahaya dari kondisi yang sudah menyedihkan bagi 2,4 juta penduduk. (Red)
Sumber: Antara, WAFA-OANA
- Xi Jinping: Palestina yang Berdaulat Harus Segera Didirikan - August 24, 2026
- Update Gempa NTT: Korban Meninggal 100 Orang - August 24, 2026
- Iran Nyatakan Perang Terhadap Negara yang Tergabung dalam Sanksi Ekonomi AS - August 23, 2026

