BEIRUT – Setidaknya 31 orang, termasuk seorang pekerja penyelamat, meninggal sepanjang Jumat dalam serangan besar-besaran Israel di Lebanon selatan. Itu adalah salah satu hari paling mematikan sejak pertempuran antara pasukan Israel dan Hizbullah dimulai kembali pada 2 Maret.

Di antara mereka yang jadi korban jiwa adalah lima orang dalam dua serangan udara yang menargetkan kota Toura di distrik Tire. Operasi penyelamatan masih berlangsung untuk mencari seorang gadis yang hilang di bawah reruntuhan, lapor kantor berita nasional Lebanon (NNA), yang dikutip Sabtu (9/5/2026).

Sebuah drone tentara Israel juga menargetkan sebuah mobil di jalan yang menghubungkan Kfarchouba dan Kfarhamam di distrik Hasbaiyya, menewaskan pekerja pertahanan sipil tersebut.

Lima orang tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan desa-desa di distrik Bint Jbeil dan Nabatieh. Empat orang lainnya tewas dalam serangan di kota as-Sultaniyah di distrik Bint Jbeil.

Meskipun “gencatan senjata” diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, tentara Israel terus melakukan serangan harian di Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan 60 orang tewas dalam 24 jam terakhir dalam serangan Israel.

Avichay Adraee, juru bicara militer Israel yang berbahasa Arab, mengatakan penduduk kota dan desa Nmairiyeh, Tayr Felsay, Hallousiyyeh, Upper Hallousiyyeh, Toura dan Maarakeh diminta untuk pergi karena pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi paksa baru ke Lebanon selatan.

Pertempuran antara Hizbullah dan tentara Israel terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 17 April, karena Israel tetap mempertahankan kendali atas wilayah perbatasan.

Perundingan tahap kedua antara Israel dan Lebanon diperkirakan akan diadakan di Washington pada tanggal 14 dan 15 Mei. Perundingan tahap pertama pada pertengahan April menghasilkan gencatan senjata yang ditengahi AS. (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *