JAKARTA – Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 8 Maret 2022 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah 55.128 per hari, yang terdiri transmisi lokal 54.875 orang dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) 253 orang. Sehingga angka kumulatifnya terus meningkat melebihi 5,2 juta orang sembuh atau tepatnya 5.226.530 orang (89,6%). 

Sejalan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang 25.381 kasus dan kumulatifnya menjadi 422.892 kasus (7,8%). Lalu, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 30.148 kasus terdiri 29.589 kasus transmisi lokal dan PPLN 559 kasus. Sehingga angka kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 5.800.253 kasus. 

Sementara itu seperti dilansir pada laman covid19.go.id, Selasa (8/3/2022), pasien meninggal bertambah 401 terdiri 400 kasus transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya mencapai 150.831 kasus (2,6%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 410.566 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 25.743 kasus. 

Pada perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah 194.941 dengan totalnya melebihi 192 juta atau 192.263.704 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 566.367 dengan totalnya melebihi 148 juta atau tepatnya 148.587.718 orang. Serta penerima vaksinasi ke-3 bertambah 360.196 dengan totalnya melebihi 12,8 juta atau 12.847.312 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, pada perkembangan per provinsi, terdapat 5 provinsi dengan angka kesembuhan harian tertinggi. Jawa Barat menambahkan 22.001 orang terdiri 21.874 transmisi lokal dan 127 PPLN dengan kumulatifnya 917.923 orang, diikuti Jawa Tengah menambahkan 5.118 orang dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 531.874 orang, DKI Jakarta menambahkan 4.229 orang terdiri 4.228 transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya 1.161.153 orang, Jawa Timur menambahkan 3.672 orang terdiri 3.652 transmisi lokal dan 20 PPLN dengan kumulatifnya 510.543 orang, serta Banten menambahkan 2.227 orang terdiri 2.165 transmisi lokal dan 62 PPLN dengan kumulatifnya 249.069 orang. 

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Jawa Barat menambahkan 7.194 kasus terdiri 7.174 transmisi lokal dan 20 PPLN dengan kumulatifnya 1.053.074 kasus, diikuti DKI Jakarta menambahkan 3.569 kasus terdiri 3.134 transmisi lokal dan 435 PPLN dengan kumulatifnya 1.204.055 kasus, Jawa Timur menambahkan 2.769 kasus terdiri 2.761 transmisi lokal dan 8 PPLN dengan kumulatifnya 557.708 kasus, Jawa Tengah menambahkan 2.682 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 600.187 kasus, serta DI Yogyakarta menambahkan 1.916 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 207.856 kasus. 

Pada sebaran kasus aktif merata di 34 provinsi. Namun, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi diantaranya, Jawa Barat sebanyak 119.864 kasus, Jawa Tengah sebanyak 26.652 kasus, DI Yogyakarta sebanyak 35.057 kasus, DKI Jakarta sebanyak 28.054 kasus, dan Banten sebanyak 24.872 kasus. 

Selain itu, per hari ini 30 provinsi menambahkan kematian dari kasus transmisi lokal dan PPLN. Khusus 1 kasus PPLN terdapat di Jawa Timur. Meski demikian, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi harian diantaranya, Jawa Tengah 136 kasus dengan kumulatifnya 31.661 kasus, diikuti Jawa Timur 58 kasus dengan kumulatifnya 30.778 kasus, Sumatera Utara 27 kasus dengan kumulatifnya 3.055 kasus, DKI Jakarta 26 kasus dengan kumulatifnya 14.848 kasus, serta Jawa Barat 23 kasus dengan kumulatifnya 15.287 kasus. 

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 87.892.223 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 11.083.173 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 75.131.156 spesimen. Positivity rate spesimen (NAAT dan Antigen) harian di angka 14,37% dan positivity rate spesimen mingguan (27 Februari – 5 Maret 2022) di angka 16,27%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 407 spesimen.  Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 227.256 orang dan kumulatifnya 57.981.772 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 52.181.519 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 197.108 orang. Sementara positivity rate (NAAT dan Antigen) orang harian di angka 13,27% dan positivity rate orang mingguan (27 Februari – 5 Maret 2022) di angka 15,47%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *