
JAKARTA – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyebut penetapan Roy Suryo cs sebagai tersangka dalam kasus tudingan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan bentuk kriminalisasi.
Hal ini disampaikan Din usai memberikan keterangan sebagai ahli yang diajukan oleh Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Dokter Tifauziah Tyassuma atau akrab disebut trio RRT di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
“Saya menyatakan bahwa pentersangkaan itu tidak sesuai dengan nilai-nilai etika, moral maupun hukum dan politik yang saya pahami,” kata Din.
Ia menilai langkah Roy cs mengajukan gugatan terkait keabsahan ijazah Jokowi itu merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang.
Din juga menyebut hal itu sebagai tanggung jawab moral seorang akademisi dan intelektual untuk melakukan kontrol sosial.
“Kalau seandainya tuduhan mereka benar, maka mereka tidak tepat untuk ditersangkakan. Sebagaimana disebut dalam tajuk kasus ini adalah pencemaran nama baik, manipulasi data, dokumen, fitnah, dan penghasutan publik,” tutur dia.
“Itu sungguh di luar logika hukum, etika, dan moral yang saya pahami. Terutama berdasarkan nilai-nilai agama Islam. Maka oleh karena itu, menjadikan dokter Tifauzia Tiasuma dan kawan-kawannya sebagai tersangka dalam kasus ini adalah bentuk kriminalisasi. Yang dalam bahasa agama adalah penzaliman yang sangat ditentang oleh agama,” sambungnya.
Menurut Din, persoalan ijazah ini bukan masalah kecil. Sebab, melibatkan sosok yang pernah menduduki posisi nomor satu di Indonesia.
Din pun menilai polemik ijazah palsu Jokowi ini harus segera diselesaikan. Jika tidak, Din khawatir akan memberikan dampak demoralisasi bagi generasi penerus.
“Karena mereka boleh jadi nanti akan beranggapan, ah tidak perlu punya ijazah asli, tidak perlu punya ijazah atau tidak sekolah, toh kita bisa jadi presiden. Inilah kerugian besar bagi bangsa dan negara kalau kasus ini tidak diselesaikan,” ucap dia. (Red)
- JK: Indonesia Harusnya Berpihak kepada Negara yang Diserang - March 7, 2026
- China Kemungkinan Mulai Beralih Mendukung Iran - March 7, 2026
- Korban Syahid Akibat Serangan Militer AS-Israel di Iran Mencapai 1.230 Orang - March 6, 2026
