JAKARTA – Di dalam Islam, usia 40 tahun mempunyai makna tersendiri. Selain dianggap telah mencapai usia matang, manusia juga biasanya dianggap sudah bersungguh-sungguh dengan hidupnya saat umur 40 tahun. Itulah sebabnya mengapa dalam memilih pemimpin sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an minimal sudah berusia 40 tahun.

Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW juga diutus Allah SWT menjadi rosul saat usia 40 tahun. Hal ini tentunya juga menjadi patokan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin. Apalagi saat ini bangsa Indonesia sedang melaksanakan pesta demokrasi yaitu antara lain akan memilih Presiden dan Wakil Presiden pada 14 Februari 2024 mendatang.

Al Qur’an telah menyinggung tentang usia 40 tahun. Hal itu sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat al-Ahqof ayat 15 yang memiliki arti sebagai berikut:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:

‘Robby Awzi’nii An Asykuro N’matakallaty An’amta ‘Alayya. Wa ‘Alaa Waalidayya Wa An A’mala Shoolihan Tardlohu, Wa Aslih Lii Fii Dzurriyyaty.’ (Duhai Tuhanku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri)”. (QS. Al-Ahqaf: 15)

Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsir Jalalain menyebutkan bahwa awal kematangan berpikir dan kematangan emosional seseorang terjadi pada usia 30 atau 33 tahun. Sementara puncak kematangan manusia jatuh pada usia 40 tahun.

Usia 30 tahunan itu dianggap jadi awal sempurnanya kekuatan, logika, dan cara pandang seseorang. Kemudian itu semua akan mencapai puncaknya pada usia 40 tahun.

Ibnu Katsir juga menyatakan bahwa ketika seseorang berada dalam usia 40 tahun, maka sempurnalah akal, pemahaman, dan kelemahlembutannya.

Sebagaimana diterangkan oleh Imam Asy-Syaukani rahimahulloh, para ulama pakar dan ahli tafsir menyatakan bahwa tidaklah seorang nabi diutus melainkan mereka telah berusia 40 tahun.

Dari beberapa penjelasan tersebut, maka bisa ditemukan jawabannya bahwa ada pesan dan peringatan bagi orang tua yang sudah berusia 40 tahun. Di satu sisi, bahwa usia 40 tahun menjadi usia matangnya seseorang dalam menginjak fase kehidupan dewasa, Sementara itu di sisi lain bahwa Allah SWT juga memberikan peringatan kepada orang-orang yang sudah berusia 40 tahun agar kembali mendekatkan diri kepada-Nya Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Kuasa dengan secara bersungguh-sungguh. (Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *