JAKARTA – Penjaringan aspirasi mengenai Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) masih bergulir. Pada dialog di Universitas Udayana (Unud), muncul sorotan soal turunnya minat masyarakat untuk menjadi PNS dan dosen.

Merespons isu tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati menilai ada pertimbangan soal pendapatan yang menjadi faktor penurunan minat profesi dosen dan PNS. Dengan begitu, isu ini menurutnya bukan sekadar tren.

“Kalau tadi ada pernyataan bahwa besok dosen itu sudah tidak diminati, besok PNS tidak diminati, itu mungkin pertama dilihat dari sisi pendapatan,” ujar MY Esti usai pertemuan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi X di Unud, Denpasar, dikutip dari laman DPR, Kamis (25/12/2025).

Esti menilai, penyesuaian gaji PNS dan dosen tidak cukup selaras dengan peningkatan inflasi. Akibatnya, PNS maupun profesi dosen kini tak lagi memberikan kesejahteraan bagi para PNS dan dosen sebagai tenaga pendidik. Akibatnya, secara perlahan profesi tersebut dinilai tidak lagi mampu memberikan kesejahteraan yang layak.

“Karena tingkat inflasi tidak diikuti dengan kenaikan gaji yang memadai, sehingga ada kecenderungan mereka semakin tidak sejahtera. Itu tantangan bagi kami, bagi negara,” ucapnya.

Esti menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti soal isu kesejahteraan PNS dan dosen pada RUU Sisdiknas dengan pemerintah. Menurutnya, perihal kesejahteraan pendidik perlu dipertegas dan diutamakan pada UU yang baru.

“Kalau persoalannya adalah soal kesejahteraan, maka penekanan dalam RUU Sisdiknas juga harus berbicara mengenai hal itu. Kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan harus menjadi prioritas,” ucapnya.

Langkah ini menurutnya akan turut memitigasi krisis pendidik dan penurunan kualitas pendidikan jangka panjang.

“Kami tidak ingin pendidikan kita berada dalam situasi krisis tenaga pengajar. Karena itu, kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan harus menjadi bagian dari solusi,” ucapnya.

“Kalau kita tidak pastikan mereka sejahtera, kemungkinan besar mereka tidak akan berkenan lagi menjadi dosen dan akan memilih jalur lain,” imbuh Esti. (Red)

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *