JAKARTA – Situs judi online semakin terus merambat kemana-mana. Kali ini domain-domain jurnal ilmiah pun kena sasaran. Akibatnya, domain-domain jurnal tidak bisa diakses karena ditutupi oleh sirus-situs judi online tersebut.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan sangat merugikan berbagai pihak. Tidak hanya bagi para pengelola jurnal, namun juga penulis, pembaca, maupun kalangan yang sangat membutuhkan informasi-informasi menyangkut penelitian maupuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah.

“Hal ini jelas-jelas sangat merugikan banyak pihak. Pemerintah seyogianya bertindak cepat mengatasi maraknya situs online ini. Karena semakin hari semakin menjadi-jadi,” ujar salah seorang pengelola jurnal yang sempat mengalami gangguan akibat munculnya situs judi online pada domain mereka, Sabtu (25/11/2023).

Sebelumnya, kabar tentang adanya link judi online sudah ditemukan pada domain pemerintah dan universitas. Hal ini tentu saja menjadi sorotan publik.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah dan universitas di Indonesia telah menemukan beberapa link judi online yang terselip pada domain mereka. Hal ini sangat merugikan, karena dapat merusak reputasi dan citra baik dari pemerintah dan universitas yang seharusnya menjadi tempat pembelajaran dan pusat informasi resmi.

Pemerintah dan universitas telah mengambil tindakan cepat untuk menghapus link judi online tersebut dari domain mereka. Mereka juga telah memperketat pengawasan dan keamanan pada sistem informasi dan teknologi yang digunakan.

Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika, menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap domain pemerintah dan universitas untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan atau tindakan kriminal lainnya. Selain itu juga pentingnya menjaga keamanan sistem informasi dan teknologi untuk melindungi data dan informasi penting yang disimpan pada server. (Red)

Bagikan

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *